Bos Penggilingan Padi Dibantai Secara Sadis Hingga Tewas

Ilustrasi pembunuhan.
BeritaPrima, Kulonprogo - Sadis. Bos penggilingan padi di Kamal, Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo ditemukan tewas mengenaskan, Sabtu (4/4/2015) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Pria bernama Parno (55) bersimbah darah dengan luka bacok di lambung kiri, paha kiri dan punggung belakang.
Peristiwa tragis ini bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban, lalu mengetuk kamar korban. Tak lama korban yang membuka pintu langsung membantainya dengan senjata tajam hingga tersungkur. Istri korban yang mendengar keributan ikut keluar dan mendapati korban sudah tertelungkup di tanah bersimbah darah.
|
Pilihan Redaksi
|
“Istri korban sempat melihat pelaku kabur ke arah bawah, dengan sarung melingkar di leher pelaku,” jelas Suyono, adik korban.
Mendapati suaminya terkapar, Mujiyem langsung berteriak dan membuat adiknya Suyono dan Narimo terbangun. Dia bersama anaknya, Sukidi, membawa korban ke RS PKU Nanggulan. Namun, tiba di rumah sakit korban sudah tak bernyawa.
Korban mengalami luka sayatan benda tajam di paha sebelah kiri, lambung kiri dan punggung. Sedangkan pada dagu juga ada sedikit lecet. “Dia (korban) orang tertutup, kita tidak tahu pasti penyebabnya,” jelas Suyono.
Keluarga menduga pembunuhan korban terkait perselingkuhan yang dilakukan korban dengan tetangganya. Sebelumnya korban sempat dilaporkan ke polisi oleh keluarga pihak perempuan. Kasus ini akhirnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun korban dengan perempuan itu tetap menjalankan bisnis bersama. Keduanya bahkan membeli mobil dan mesin huller bersama yang setiap harinya dipakai bekerja.
“Mereka itu masih berhubungan meski semuanya masih memiliki keluarga yang sah,” jelasnya.
Salah seorang dokter di RS PKU Nanggulan, Adhika Banu, mengatakan luka di punggung korban terbilang cukup parah. Bekas sayatan benda tajam itu cukup dalam dan mengenai tulang iga dengan panjang mencapai 12 cm. Jasad korban dibawa ke RSIP dr Sardjito untuk diautopsi.
“Bisa dipastikan senjata tajam yang dipakai,” ujarnya.
Kapolres Kulonprogo Yulianto mengatakan kasus ini masih didalami. Mereka telah memeriksa setidaknya lima orang saksi baik dari keluarga korban maupun dari keluarga tetangganya yang dikabarkan memiliki hubungan perselingkuhan. “Kita masih dalami kasus ini secara intensif,” ujarnya.
Polisi juga terus melakukan pendalaman materi. Termasuk melakukan olah TKP dan penggeledahan di beberapa tempat yang dicurigai. Hasil ini akan dipakai sebagai bahan untuk membongkar kasus ini. Polisi juga menyita beberapa barang bukti milik korban seperti handuk dan pakaian.
“Kita masih dalami, dan mengembangkan kemungkinan motif di balik kasus ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Ricky Boy Sialagan.
Parno sendiri pernah menikah dua kali. Pernikahan pertama berakhir dengan perceraian, meski telah dikaruniai dua orang anak. Sedangkan dengan istri kedua Mujiyem, mereka memiliki satu anak yaitu Sukidi. Bahkan belum lama Sukidi juga telah menikah dengan Wiwin, istrinya yang juga tinggal satu rumah.
Meski satu rumah, keluarga ini kurang harmonis. Parno dan istri keduanya telah pisah ranjang. Parno tidur di kamar depan, yang mmeiliki pintu menghadap keluar. Sedangkan istrinya bersama dengan anak dan menantu di bagian belakang.
“Mungkin ini ada kaitan dengan masalah perselingkuhanya, yang dulu sempat dilaporkan polisi,” jelas Suyono.
Di mata tetangganya Parno hidup wajar dan bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar. Ketika ada warga yang menggelar hajat dia juga aktif datang untuk ikut bergotong royong. Begitu pula dengan kerja bakti di desanya.
“Dia biasa, ada gotong royong atau kerja bakti juga ikut. Ronda juga aktif,” jelas Siyem, tetangga korban.
Menantu korban, Wiwin, juga tidak menyangka mertuanya akan mengalami nasib seperti itu. Dia sendiri juga tidak pernah tahu dengan permasalahan yang ada, hingga ada orang yang tega membunuhnya. “Bapak biasa saja. Pas kejadian saya juga keluar bersama ibu dan paman,” ujarnya.
Hingga kini polisi masih mendalami kasus ini. Meski banyak pihak menuding kematian korban ada kaitannya dengan perselingkuhan, namun polisi butuh bukti. Petugas masih terus diterjunkan untuk melakukan pengembangan. Termasuk memeriksa saksi dari keluarga dan tetangganya. (ren)

