Calon Besan Presiden Jokowi Cuma Penjual ‘Sambal Belut’

Inilah rumah calon besan Jokowi yang mungil dan sederhana. (Foto: BeritaPrima/ist)
BeritaPrima, Jakarta - Pasangan suami-istri Didit-Partini tak pernah bermimpi bila salah seorang putrinya bakal menjadi menantu seorang Presiden. Maklum, orang tua Selvie Ananda yang kini menjadi calon istri putra sulung Presiden Jokowi, hanyalah rakyat kecil.
Calon mertua Gibran Rakabuming itu tak hanya hidup dengan perekonomian yang sederhana, tetapi juga sama sekali bukan dari kalangan mentereng. Mereke tinggal di rumah mungil yang terletak di pojok gang di Jalan Kutai VII, Sumber, Banjarsari, Solo. Dari pantauan, saat ini rumah tersebut sedang dilakukan pengecatan. Dua tukang terlihat sibuk mengecat tembok rumah yang berwarna krem tersebut.
Pintu rumah terlihat tertutup rapat. Begitu pula dengan gorden yang menutup kaca jendela juga terlihat tertutup.
Menurut keterangan para tetangga, Gibran Rakabuming Raka sering sekali menyambangi rumah tersebut untuk menjemput maupun mengantar gadis pujaan hatinya. Orangtua Selvi tinggal di rumah tersebut sejak lima tahun yang lalu.
Salah satu tetangga Selvi, Esti mengatakan para tukang itu baru terlihat melakukan aktivitas mengecat mulai hari ini. Mereka mengecat tembok rumah tersebut sejak pagi hari tadi. “Kedua tukang itu mengecat baru mulai hari ini, wong kemarin juga belum ada tukang,” kata Esti.
Adanya kegiatan pengecatan rumah tersebut menimbulkan berbagai dugaan terkait persiapan untuk pernikahan Gibran dan Selvi. Hanya saja kapan waktu pelaksanaan pernikahannya para tetangga belum tahu.
“Wah, saya nggak tahu ya kapan pernikahannya akan digelar. Wong rapat juga belum ada,” ujar Esti.
Keluarga calon besan Jokowi memang berasal dari keluarga dengan perekonomian yang pas-pasan. Pekerjaannya hanya sebagai penjual makanan dengan menu khas sambal belut di pusat kuliner kawasan Gladag Langen Bogan (Galabo).
Orang tua Putri Solo 2009 itu menempati stan untuk berjualan di kawasan tengah Galabo atau tepatnya di dekat panggung Galabo.
Didit dan Partini itu memberi nama tempat usaha kulinernya ‘Sambal Belut’, sesuai dengan menu khas yang ditawarkan.
“Warung makan Mbak Tin (Ibunda Selvi) memang tergolong laris di kawasan ini (Galabo sisi tengah). Menu yang terkenal kan sambal belutnya. Itu yang paling disukai pembeli,” kata Yeni, pemilik Y’nee Burger yang berjualan tepat di samping barat orangtua Selvi.
Selain sambal belut, Yeni menyebutkan warung makan tersebut juga menyajikan menu ikan wader goreng, bebek goreng kremes dan ayam kampung kremes.
“Nah, menu yang banyak digemari pembeli, selain sambak belut ya ayam goreng kremes karena ayam jawa,” tutur dia.
Ditambahkan Yeni, warung makan sambal belut tersebut berdiri sejak kawasan Galabo diresmikan oleh Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo pada tahun 2008 lalu. Sejak awal, warung tersebut memang menjual menu khas sambal belut.
“Wah, sudah sejak lama warung ini berdiri karena bertepatan dengan berdirinya Galabo,” ujar Yeni.
Sementara itu, ketika disinggung mengenai hubungan Gibran dengan Selvi, ia mengungkapkan jika mereka berdua sering datang ke stan warung makan milik orangtua Putri Solo 2009 itu.
Bahkan, Gibran sering ikut membantu untuk meracik dan melayani di warung tersebut.
“Mas Gibran dan Mbak Selvi itu sering banget datang ke sini, terutama saat malam Minggu. Wong, Mas Gibran aja sering bantu-bantu seperti menyiapkan nasi dan meracik menu,” ucap dia.
Hanya saja setelah Jokowi menjadi Presiden, lanjut Yeni, Gibran juga terlihat sibuk mengurus perusahaan katering miliknya, Chillipari. Dengan demikian, Gibran hanya mengantar dan menjemput Selvi ke Galabo.
“Ya karena sibuk ngurusi katering, jadi hanya seringnya mengantar saja, tidak membantu ikut meracik,” tuturnya.
Warung makan sambal belut tersebut buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB di Galabo. Hanya saja, dikatakan Yeni, selama dua malam ini tutup. “Sejak kemarin tutup. Saya juga nggak tahu kenapa tutup,” kata dia.
(Febrizky Akbar)

