Isu ‘Kakek Sarung’ Resahkan Warga Medan

Ilustrasi kakek sarung.
BeritaPrima, Medan - Warga Medan diresahkan dengan beredarnya isu “kakek sarung” yang tersebar melalui media sosial dan broadcast BlackBerry Mesengger (BBM).
Dari informasi tersebut, kakek sarung adalah seorang kakek yang meminta sedekah dari rumah ke rumah. Selain meminta sedekah, kakek itu juga menawarkan sebuah kain sarung dengan harga yang murah berkisar Rp5.000 sampai Rp10.000.
Namun, jika warga tidak mau membeli sarung yang ditawarkan, kakek itu akan marah dan menangis sampai membuat orang-orang iba kepadanya.
Lalu anehnya, orang yang membeli kain tersebut tak lama akan meninggal dunia karena mereka dijadikan tumbal oleh kakek sarung itu. Isu kakek sarung tersebut beredar di wilayah kota Medan, Binjai dan Langkat hingga membuat keresahan.
Salah seorang Warga Sunggal, Sumatera Utara, Ayu, mengatakan, awalnya isu kakek sarung tidak merasahkan masyarakat, namun beberapa hari terakhir isu tersebut semakin gencar disebarkan di media sosial.
“Ya kalau isu kakek sarung tidak benar, polisi harus menangkap penyebar isu tersebut karena sudah meresahkan masyarakat di sekitar Medan,” ujarnya, Sabtu (14/3/2015).
Bahkan tambah Ayu ada pemilik akun Blackberry Messenger yang mengaku menjadi korban kakek sarung.
“Di BBM ada juga yang mengaku keluarganya menjadi korban kakek sarung. Infomasinya kakek sarung berada di Medan Helvetia, Medan Sunggal dan Sei Mencirim,”jelasnya.
(ren)

