Jelang 20 Mei, Gapura Tuntut Koreksi Total Rezim Jokowi-JK

demojokowi-turun

Aksi mahasiswa menuntut Presidrn Jokowi lengser.

BeritaPrima, Jakarta - Menjelang 20 Mei, Gerakan Aktivis Palu untuk Rakyat (GAPURA) menuntut koreksi total Pemerintahan Jokowi-JK menjelang ‘Aksi 20 Mei Menggugat’.

Koordinator GAPURA, Andrie Wawan, mengungkapkan bahwa sudah banyak terjadi penyimpangan kebijakan, mulai dari naiknya bahan pokok kebutuhan, regulasi yang saling bertentangan, bagi-bagi jabatan, jatuhnya harga rupiah, janji yang tidak terlaksana, kisruh KPK VS Polri, hingga Intervensi Asing dalam SDA dan Tri Sakti yang dikhianati.

“Ini menjadikan “Raport Merah” untuk Rezim Joko Widodo,” ujar Andri kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5).

Bagi Andrie Wawan, gaya blusukan, revolusi mental, trisakti dan pancasila hanya jadi surga telinga bagi para konstituen Jokowi di masa kampanye.

“Kenyataannya revolusi mental tidak mampu membentuk karakter bangsa, Tri Sakti tidak mampu menjadikan bangsa menjadi Berdaulat, Berdikari dan Berbudaya, Pancasila pun hanya dijadikan alat untuk melegitimasi kepentingan kelompok dan golongan tertentu,” ungkapnya

Andrie juga mengatakan bahwa berbagai sumber daya alam di 2016 akan menjadi milik bangsa asing, sementara rakyat Indonesia hanya menjadi kuli di negaranya sendiri.

“Di 2016 nanti migas, batu bara, nikel, dan tambang lainnya akan menjadi milik bangsa asing dan rakyat indonesia hanya menjadi Kuli atau babu dinegaranya sendiri,” cetusnya

Oleh karena itu, Andrie berujar bahwa Indonesia harus diselamatkan. “Untuk itu, Indonesia haruslah diselamatkan,” katanya.

(Agil Kurniadi)

(Visited 93 times, 12 visits today)
Kategori: Nusantara

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*