Kisah Maririnir Yang Enjoy Bertugas Dengan Kedua Tangannya Putus

Kondisi cacat fisik bukan berarti harus diam dan tenggelam dalam nestapa buat Serka (Marinir) Siswandi.
BeritaPrima, Sidoarjo – Kondisi cacat fisik bukan berarti harus diam dan tenggelam dalam nestapa buat Serka (Marinir) Siswandi. Kedua tangannya memang putus akibat ledakan granat dalam sebuah latihan tempur, namun tugasnya sebagai seorang anggota Korps Marinir TNI AL tetap dijalani.
Siswandi masih semangat dan enjoy menjalani tugasnya dengan bantuan tangan bionik atau tangan buatan elektrik, yang dihubungkan dengan syaraf motorik.
Kini, Siswandi masih mampu menjalankan tugasnya sebagai pelatih siswa bintara dan tamtama di Pusat Pelatihan dan Pendidikan Marinir (Puslatdikmar) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Siswandi mengaku memang sempat trauma setelah kehilangan kedua tangannya, dalam kecelakaan granat ketika latihan tempur pada September 2014. Pun begitu, kondisi fisik tersebut tak mempengaruhi loyalitas anggota Korps Marinir yang satu ini sebagai prajurit.
Meski dalam kehidupan sehari-hari bapak dua anak ini tak bisa maksimal, tapi dengan didorong semangat hidup yang tinggi, membuat Siswandi tetap enjoy melakukan beragam aktivitas, baik di rumah maupun di tempatnya bertugas.
Dengan dua tangan buatannya, Siswandi masih mampu melatih para siswa bintara dan tamtama, seolah tak mengalami cacat pada fisiknya. Tak ada rasa malu dan putus asa dalam diri Siswandi.
Justru, cacat fisik tersebut dianggapnya sebuah rezeki, lantaran kehidupannya kini semakin membaik dibanding sebelumnya.
Siswandi juga berharap pada anggota TNI atau pun siapa saja yang mengalami cacat fisik seperti dirinya, agar tak patah arang dan punya semangat untuk menatap hari esok. (ren)

