Praktik Prostitusi Di Kalibata City Juga Tawarkan PSK Hamil

psk-tertangkap

Praktik prostitusi di Kalibata City sudah berlangsung lama.

BeritaPrima, Jakarta - Bisnis prostitusi online di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan disinyalir telah berlangsung lama. Sejumlah wanita di bawah umur dijadikan PSK oleh mucikari yang berinisial FHM.

“Mereka umurnya bervariasi, umur 14 tahun ada satu orang dengan inisial NSP 16 tahun, satu orang inisial SN 17 tahun, satu orang inisial MSP 19 tahun, dua orang dengan inisial EM dan L keduanya berusia 20 tahun dan yang terakhir CL,” ungkap Kanit V Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Rita Iriana, di Jakarta, Sabtu (25/4/2015).

Kata Rita, PSK yang sudah diamankan petugas berasal dari Jakarta, namun ada juga yang berasal dari luar Jakarta seperti di wilayah Bogor, Depok dan Bandung. Dia menambahkan, dari keenam PSK tersebut ada yang sedang hamil enam bulan. “SN ini yang kita tangkap sedang hamil enam bulan. Kita menduga tersangka juga memiliki banyak jaringan,” tukasnya.

Dalam razia kali ini, sambung Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya KomisarisBesar Heru Pranoto, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti telepon seluler dan akses ke unit apartemen yang berada di tower Jasmine dan Hebras itu.

Praktek prostitusi lewat sebuah situs internet ini telah berjalan selama setengah tahun. “Dari sekitar Oktober 2014,” kata Heru. Dia mengatakan kasus ini berbeda dengan penangkapan Mike, tersangka yang diduga melakukan operasi pelacuran lewat jejaring sosial Twitter. Mike ditangkap Kamis lalu di salah satu hotel di Jakarta saat akan melakukan transaksi untuk salah seorang pekerja seks yang dijajakannya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas juru bicara Kepolisian Metro Jakarta Raya Komisaris Besar Budi Widjanarko mengatakan polisi terus menelusuri jaringan prostitusi lewat internet.”Prostitusi online sedang kami telusuri, dari Twitter, Facebook dan lain-lain,” kata dia Jumat lalu.

Persoalan prostitusi online mulai jadi perhatian setelah kasus Deudeuh Alfisahrin mencuat. Deudeuh merupakan salah satu penjaja seks online via Twitter. Dia tewas dibunuh oleh pelanggannya, Muhammad Prio Santoso. Dari situ diketahui ternyata banyak pelaku serupa.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto meminta Kepolisian Daerah Metro Jaya mengusut otak pelaku prostusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Sebabnya, ia menduga, pelaku menjadikan anak sebagai objek yang dijajakan.

“Polisi harus mengusut tuntas para pelaku yang memperalat anak sebagai objek,” kata Susanto saat dihubungi kemarin. Susanto menjelaskan, campur tangan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memberantas prostitusi online yang melibatkan anak-anak sangat diperlukan. Alasannya, pengguna internet aktif di indonesia pada 2015 mencapai 72,7 juta. Dari jumlah itu, 30 juta orang berusia remaja.

Dari data tersebut, Susanto mengatakan prostitusi online berpotensi menjadi salah satu kejahatan baru yang merebak. Terlebih, usia remaja kerap mengabaikan keamanan saat menggunakan internet. “Mereka belum menyadari bahaya dari situs-situs terlarang,” kata dia. (feb)

(Visited 154 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*