Rimpu, Budaya “Berhijab” Tradisional Ala Masyarakat Bima

Rimpu Pakaian Adat Suku Bima

Kaum wanita Suku Bima mengenakan busana adat Rimpu

BeritaPrima, Jakarta – Rimpu, banyak yang belum begitu mengenal serta memahami kebudayaan masyarakat Bima yang satu ini. Rimpu merupakan salah satu model pakaian adat yang diperuntukkan bagi wanita muslim di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Seperti halnya Jilbab dalam islam, memakai Rimpu terdiri dari dua kain sarung yang berfungsi untuk menutupi aurat kaum perempuan yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh pada kaum perempuan. Kain yang pertama digunakan untuk menutupi bagian atas wanita mulai kepala hingga pinggang, sedangkan lainnya untuk menutupi bagian bawah dari mulai pinggang hingga mata kaki.

Sebenarnya, model pakaian adat Bima ini telah dimulai sejak lama. Bahkan beberapa sumber di Dana Mbojo (daerah di Bima) menyatakan, model pakaian ini telah diadopsi semenjak islam masuk ke timur Indonesia. Kain sarung khas Bima sendiri sering dinamakan tembe nggoli.

Filosofinya, Rimpu digunakan kaum wanita tidak hanya untuk melindungi dari panas terik siang hari maupun dinginnya malam hari. Namun,juga bermanfaat untuk melindungi dari gangguan lelaki yang seringkali melakukan hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, laki-laki juga akan menganggap perempuan yang memakai Rimpu merupakan wanita yang solehah. Untuk itu dia harus dihormati dan dilindungi, terutama sebagai perempuan muslim di Bima. Cara berpakaian Rimpu pun dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

1. Rimpu Mpida, jenis ini diperuntukkan untuk wanita yang masih perawan dan belum berkeluarga. Seringkali orang-orang menyebut cara memakainya menyerupai cadar dalam pakaian Timur Tengah. Seluruh bagian wajah ditutupi oleh kain kecuali mata, hal ini tentu sesuai dengan ajaran Islam yang memerintahkan untuk menutup aurat bagi wanita muslim.
2. Rimpu Colo, menyerupai pakain wanita berhijab modern masa kini, yaitu tampak seluruh bagian muka. Namun, bedanya jika di Bima yang memakai jenis seperti ini menandakan wanita yang telah berkeluarga.

Pakaian adat Rimpu masyarakat Bima merupakan salah satu budaya religius yang harus dilestarikan masyarakat khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini sudah semakin jarang masyarakat di Bima yang memakai Rimpu akibat tergerus perkembangan zaman yang membuat mode pakaian semakin beragam. Jadi, kita sebagai masyarakat yang paham akan indahnya keragaman wajib menjaga dan memberikan tempat kepada orang-orang yang masih mempertahankan warisan leluhur negeri ini.

(Ichsan husyaifi)

(Visited 24 times, 2 visits today)
Kategori: Nusantara

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*