Saat Buru Penembak Wartawan, Polisi Dituding Ambil Uang Warga

uangBeritaPrima.com, Medan - Sejumlah warga Kampung Kubur, Jalan KH Zainul Arifin/Airlangga, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan mengecam aksi polisi saat menggeledah rumah sepanjang Minggu 29 November 2015 kemarin siang.

Di mana saat melakukan penggeledahan itu, polisi mencari narkoba serta tersangka pelaku penembakkan terhadap tiga orang wartawan online lokal Medan, saat tengah meliput peristiwa pembegalan di kawasan tersebut dinihari sebelumnya.

Warga mengecam aksi polisi karena saat polisi melakukan penggeledahan uang milik warga juga raib. Diduga, ada oknum polisi yang mengambil uang warga saat penggeledahan berlangsung.

‎Seperti yang dialami Lusi. Sebelum polisi datang ia menyimpan uang hasil berjualan rujak senilai Rp407 ribu di dalam dompet, yang ia letakkan di atas meja kamarnya. Namun setelah polisi keluar selesai menggeledah rumahnya, uangnya sudah hilang.

“Dompetnya enggak hilang. Tapi uangku Rp400 ribu sudah enggak kelihatan. Ditinggalkan mereka (polisi) cuma tertinggal Rp7 ribu. Enggak terima aku. Enggak ikhlas aku. Itu hasil keringatku jualan rujak,” keluh Lusi.

Lusi meminta kepada Kapolresta Medan, Kompol Mardiaz Kusin Dwihananto selaku pimpinan penggeledahan itu untuk bertanggungjawab atas hilangnya uang tersebut. Ia pun mengutuk pelaku pencurian itu, agar mendapatkan balasan dari Tuhan.

“Kalau mau menggeledah, silahkan menggeledah. Tapi janganlah apa yang bukan hak mereka ikut diambil. Janganlah saya yang sudah susah ini, masih dizolimi. Ku-doakan biar dia diazab Tuhan,” kesalnya. (feb)

(Visited 10 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa
Tags: #Penembakan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*