Ngakak Ala Humor Mukidi Yang Kini Lagi Viral - Laman 2 - BeritaPrima.com
Sabtu , 31 Desember 2016

Ngakak Ala Humor Mukidi Yang Kini Lagi Viral

MUKIDI NONTON BIOSKOP

Jam 8 pagi di kantor bioskop.

Kriiiiing! telepon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.

Mukidi: “Halloow Mas…. saya mau nanya, bioskop buka jam berapa…. ?”

Penjaga: “Jam satu Mas.

Mukidi: “Bisa buka jam sembilan tidak mas?”

Penjaga: “Gak bisa. Biasa jam satu bukanya.”

Jam 11, telepon bunyi lagi.

Mukidi: “Hallow….. Jam berapa bukanya bioskop?”

Penjaga: “Kamu yang telepon tadi ya, Mas? Kan sudah dikasih tau.. bukanya jam 1”

Mukidi : “Jam 12 tidak bisa, Mas?”

Penjaga: “Tidak bisa! Emang bioskopnya Mbahmu apa!”

Mukidi: “Nawar sedikit saja, Mas. Enggak apa-apa sudah, setengah satu saja ya?”

Penjaga: [dongkol] “Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?”

Mukidi: [sambil menangis] “Saya ini sebenarnya di dalam bioskop, Mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, Mas, bukakan pintunya. Saya pengin pulang.”

MUKIDI LAGI MUKIDI LAGI

Ternyata Markonah, istri Mukidi, masih perawan. Dia pergi ke dokter kandungan untuk periksa.

Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan:

Markonah: “Hati-hati periksanya ya, dok, saya masih perawan lho…”

Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”

Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten……!!”

Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan….?”

Markonah: “Betul Dok, cuma dia gay, jadi saya tidak pernah diapa-apain sama dia…”

Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan….?”

Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”

Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”

Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya….. Jadi cuma dicontreng aja, gak dicoblos……!!!

MUKIDI MERDEKA

Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya.

Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.

Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga.

Karena kini 17 Agustus-an, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan “INDONESIA TETAP JAYA”.

Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dengan tulisan “INDONESIA TETAP MUKIDI”

MUKIDI IKUT LOMBA NYANYI LAGU HARI KEMERDEKAAN

Mukidi: “Enam belas Agustus tahun empat lima…”.

Juri: “Salah itu…, ulangi !”.

Mukidi: “Enam belas Agustus tahun empat lima…”.

Juri : “Salah…, kesempatan terakhir!”

Mukidi: “Saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu”.

Akhirnya juri serius mendengarkan Mukidi bernyanyi.

Mukidi: “Enam belas Agustus tahun empat lima…, BESOKNYA hari Kemerdekaan kita…”

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *