AYAM GORENG
Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.
“Maaf Mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang di sana,” kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.
“AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu…!!! Apa pun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!”
Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata, “Silakan! siapa takut?”
Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.
MUKIDI LAGI..OH… MUKIDI
MUKIDI yang asli Madura, sedang berlibur ke Jakarta.
Dia keliling Jakarta dengan naik metromini.
Dia mengamati segala yg terjadi di dalam metromini. Termasuk kernet dan penumpang bus tersebut.
Tak lama kemudian si kernet bilang: “Dirman.. Dirman.. Dirman..” (tanda bahwa bus sampai di Jalan Sudirman)
Lalu seorang penumpang laki-laki teriak: “kiri..!”
Dan turunlah penumpang tersebut..
Selang berapa lama kernet teriak: “Kartini.. Kartini.. Kartini..”
Seorang cewek muda nyeletuk: “kiri..!”, lalu cewek tsb pun turun..
Beberapa lama kernet itu teriak lagi: “Wahidin.. Wahidin.. Wahidin..”
Adalagi cowok yang bilang: “Kiri!”
Tak selang lama si kernet teriak lagi: “Gatot Subrotooo! Gatot Subrotooo!”
Seorang pemuda ganteng berkumis tebal menjawab: “Kirii..!!”
Maka turunlah si kumis itu.
Maka….
Tinggallah seorang diri MUKIDI dalam bus. Dengan hati jengkel dia colek si kernet, dengan nada marah MUKIDI bilang:
“Korang ajjar sampiyan ya… Daari tadi orang-orang sampiyan panggil. Lhaaa nama saya ndak sampiyan nggil panggil! Kalo begini, kaaapan saya toron?!!!”
Untung si kernet tanggap..
“Siapa nama Bapak..?”
“Namaku MUKIDI”, jawabnya.
Si kernet langsung teriak: “MUKIDI. MUKIDI.. MUKIDI.. !!!”
MUKIDI pun lega dan berkata: “Naaaah.. Beggiitu..!! Kirri…!”
Maka turunlah MUKIDI di jalan tol.
Bagi yang menemukan MUKIDI harap menghubungi keluarganya di Sumenep.
MAAF, MUKIDI MUNCUL LAGI
Guru bertanya: “Anak-anak… Siapa yg mau masuk surga..?”
Serempak anak-anak menjawab “Sayaaaa..!”
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..
Bu guru bertanya lagi: “Siapa yang mau masuk neraka..??”
Anak-anak: “Tidak mauuuu….!!!” Mukidi tetap diam saja.
Bu guru mendekat: “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka…?
Mukidi: “Tidak kedua- duanya bu guru…”
Bu guru: “Kenapa..?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, ‘Mukidi, apa pun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA…!”
BeritaPrima.com Bicara Fakta