IndoElection.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) masuk dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta. Peluangnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI ternyata tak bisa dianggap remeh bahkan bisa menjadi lawan kuat bagi incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
|
Berita Terkait
|
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, meyakini kemunculan Buwas dapat mengalahkan elektabilitas Ahok jika memiliki program yang dapat mendekatkan diri kepada rakyat.
“Buwas dapat mengalahkan Ahok, tergantung apa dia bisa menyusun strategi komunikasi yang mengeluarkan program yang berbeda dengan Ahok,” kata Emrus, Senin (25/7/2016).
Misalnya, sambung Emrus, Buwas melakukan perubahan di Jakarta dengan pendekatan humanis, pembangunan di Jakarta dilakukan dengan melibatkan masyarakat mulai dari tingkat RT diajak berdialog. Kemudian, bila harus direlokasi ke rusun, masyarakat diajak memberi masukan di mana rusunnya dibangun.
“Jadi sebelum ditempati dan akan dibangun masyarakat dilibatkan. Kalau itu dilakukan Buwas bisa mendongkrak daya saing Beliau melawan Ahok,” katanya.
Emrus menambahkan, gaya pemimpinan Buwas dalam memimpin BNN berhasil tanpa membuat kegaduhan. Ia pun berharap, jika nantinya Buwas maju pada Pilgub DKI dapat memiliki tim sukses yang hebat sehingga dapat mengalahkan calon-calon lainnya.
“Dia pimpin BNN tanpa menimbulkan satu kegaduhan. Contoh, ketika dia menangkap bupati juga tidak menimbulkan kegaduhan. Tentu harus dibuat tim komunikasi politik yang solid dan menyusun program yang mempunyai diferensiasi dengan Ahok,” tuturnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta