Menurut saksi itu, saat itu dia hanya melihat tiga orang berbadan besar menggunakan cadar kain hitam.
“Hanya tiga orang keluar dari pekarangan rumah sambil nenteng pedang sudah penuh darah. Terus kabur, saya tidak berani teriak,” kata saksi Made RR.
Berselang beberapa menit, warga kemudian berdatangan ke rumah itu. Ternyata Ajik sudah terkapar tak bernyawa.
Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, saat ditemui di TKP mengatakan, pihaknya masih mengusut dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Kami belum dapat menjelaskan motif di balik pembunuhan ini. Dari informasi sementara, korban dikejar sekelompok orang bercadar lanjut dianiaya hingga tewas. Kami masih menunggu keterangan rekan korban yang selamat dan kini masih dirawat di RSU Ganesa, Celuk, Sukawati,” kata Waluya.
Pemilik rumah yang juga saksi, Ni Nyoman Sukartini (30) terlihat trauma. Sebab, Sukartini merupakan saksi kunci yang melihat secara langsung korban dibunuh oleh kelompok orang bercadar itu. Jasad Ajik pun tergeletak di depan kediamannya.
“Saat kejadian, saya sedang di dalam kamar. Mendengar suara orang berlarian ke pekarangan, saya keluar sambil menggendong anak. Saya melihat orang-orang bercadar itu menebas dan menusuk, dan menebas korban dengan pedang,” kata Sukartini. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta