IndoElection.com, Jakarta – Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing berpandangan, rencana Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya mengumpulkan dana baginya, bisa menjadi kamuflase dan penyamaran sumber pendanaan untuk mendukung Ahok, sapaan akrab Basuki, berpartisipasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
Emrus, yang juga dosen di Universitas Pelita Harapan (UPH), mengatakan, keberadaan interest group atau kelompok berkepentingan merupakan hal yang lazim dalam dunia politik. Tak tertutup kemungkinan, kelompok berkepentingan itu menjadi pihak yang memberi dukungan dana kepada kandidat yang mereka percaya.
“Interest group ini, biasanya membiayai kegiatan politik atau calon yang memiliki kemungkinan besar menduduki jabatan eksekutif,” ujar Emrus, Jumat, 22 Juli 2016.
Emrus meminta, Ahok bersikap transparan menyampaikan sumber pendanaan kampanyenya. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi informasi. Ahok bisa membuat situs web yang menampilkan data masuknya dana dukungan ke rekening pencalonannya secara realtime.
Emrus berpandangan, jika Ahok tak berlaku transparan, kredibilitasnya di mata pendukungnya akan berkurang. Ahok akan dinilai tidak jujur dengan menyatakan hanya menggunakan dana dukungan yang terkumpul.
Padahal, bisa saja ia menggunakan dana yang didapatnya dari kelompok berkepentingan itu, dengan barter sejumlah fasilitas yang akan Ahok berikan kepada mereka jika kembali terpilih.
“Jangan nanti bilang minta dana kepada pendukung, tapi sebenarnya (dana kampanye) ditambah dari sumber-sumber lain,” ujar Emrus.
BeritaPrima.com Bicara Fakta