Konferensi Parlemen Asia-Afrika Dimulai Pagi Ini Di Gedung DPR

Konferensi Parlemen Asia-Afrika atau Asia-Africa Parliamentary Conference to Commemorate The 60th Asian African Confrence digelar di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis hari ini (23/4/2015).
BeritaPrima, Jakarta - Hari ini akan menjadi sejarah, karena lahirnya pertemuan parlemen antarnegara pertama di dunia. Beruntung, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara bernama Konferensi Parlemen Asia-Afrika atau Asia-Africa Parliamentary Conference to Commemorate The 60th Asian African Confrence tersebut.
Bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, acara ini akan dihadiri oleh 33 negara yang terdiri dari 30 parlemen dan 3 perwakilan negara. Semuanya akan berdialog tentang ekonomi, politik, sosial, dan budaya global.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, setidaknya ada 143 tamu undangan dari negara selatan-selatan yang akan hadir di dalam acara Konferensi Parlemen Asia-Afrika. Mereka terdiri dari 28 kepala parlemen, dan 12 diplomat.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB, Kamis (23/4/2015) itu tambah spesial karena akan menghadirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pembicara utama.
Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam keterangan persnya mengatakan bahwa konferensi tersebut dihelat dalam rangka menjalankan amanat UU MD3 Pasal 69 Ayat (2) tentang fungsi DPR, yakni mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri.
“Melalui konferensi ini, DPR RI percaya bahwa keterlibatan Asia dan Afrika secara komprehensif perlu dilakukan dengan membuka jalan bagi keterlibatan antarparlemen, terutama untuk mempertajam kerangka kerja sama,” tegas pria yang biasa Setnov itu.
Setnov kemudian membeberkan beberapa tujuan penyelenggaraan Konfrensi Parlemen Asia-Afrika seperti berikut.
1. Sebagai forum parlemen Asia dan Afrika dalam menyamakan perspektif dan solusi bagi tantangan Asia dan Afrika di masa depan.
2. Untuk konsolidasi dan penguatan peran parlemen dalam membangun Kerjasama Selatan-Selatan dalam konteks New Asia Africa Strategic Partership (NAASP).
3. Menyalurkan perspektif parlemen negara-negara Asia-Afrika dalam penajaman agenda pembangunan global pasca 2015.
Selain itu, pertemuan itu juga akan membahas isu kemerdekaan Palestina, “Hingga kini Palestina masih memperjuangkan cita-cita untuk merdeka. Masalah Palestina adalah amanat pembukaan UUD 1945 yang boleh jadi menjadi satu-satunya masalah klasik terkait hak menentukan nasib sendiri (self-determination) yang belum terselesaikan hingga kini,” tutur Setnov.
Atas perhelatan akbar tersebut, petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR sudah melakukan apel siaga demi pengawalan acara tersebut. Ratusan pamdal pun sudah disiagakan.
Sampai saat ini aparat kepolisian belum satu pun nampak di Gedung DPR. Selain itu, sejumlah kendaraan taktis milik Polri seperti barakuda dan water cannon juga belum terlihat.
Setidaknya bendera-bendera para peserta KAA sudah berkibar di gedung parlemen tersebut. Selain itu di Gedung Nusantara V juga terpampang foto-foto penyelenggaraan KAA yang terdahulu. Pengamanan ketat pun telah disiagakan mulai luar area hingga dalam Gedung DPR.
Karpet merah juga telah disiapkan guna menyambut para delegasi negara-negara tersebut.
Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, dalam acara tersebut mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi pembicara utama, serta dipastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri perhelatan itu.
Sejumlah menteri di Kabinet Kerja juga direncanakan akan menghadiri acara tersebut, untuk mendampingi Jokowi beserta JK.
Novanto berharap, acara yang dinamakan Asia Afrika Parliamentary Conference atau Konferensi Parlemen Asia Afrika akan memberikan kontribusi terhadap komunikasi parlemen antarnegara Asia Afrika.
Peringatan 60 tahun KAA akan berlangsung dari 19-24 April 2015. KTT KAA tahun ini diharapkan menghasilkan tiga dokumen yaitu Bandung Message, Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Asia dan Afrika (NAASP) dan deklarasi mendukung kemerdekaan Palestina. (dik)

