Pidato Ultah PDIP, Megawati Menangis

mega12BeritaPrima, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada seluruh kadernya agar tidak terlena mengingat tahun ini merupakan tahun ujian.

“Saudara-saudara sekalian, Memasuki awal tahun ini, saya ingin mengingatkan kembali bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun ujian dalam menentukan perjalanan kita sebagai partai ideologis,” ujar Mega dalam pidato politik di acara HUT PDI P ke-42 di kantor pusat PDI P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2015).

Mega mengingatkan seluruh kader dan simpatisan PDI-P tidak terlena atas kemenangan yang diraih di Pemilu 2014, yang mengantarkan partai itu kembali menjadi partai pemerintah.

Sebab kemenangan Pemilu 2014 bukan semata-mata kemenangan partai, namun merupakan kemenangan seluruh rakyat yang menginginkan adanya perubahan kehidupan yang lebih baik.

“Rakyat tidak hanya memberikan suaranya, tetapi juga menitipkan untuk Indonesia Hebat, untuk Indonesia Raya. Oleh sebab itu, kemenangan dalam pemilu tidak harus membuat kita berpuas diri apalagi mabuk kepayang,” kata Mega.

Mega berharap para kader dan simpatisan PDI P terus belajar dari sejarah dan berkaca pada pengalaman dimasa lalu.

“Pengalaman sejarah berpartai dan bernegara pascapemilu 1999 harusnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kader partai di seluruh tingkatan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Mega begitu menikmati pidatonya sehingga terbawa ke suasana haru yang membuatnya menitikkan air mata. “Hidupkanlah hatimu, nyalakanlah semangatmu, bagaikan obor yang tidak pernah padam oleh guyuran hujan. Nyalakanlah api perjuanganmu, bagaikan panas bumi yang tidak akan pernah padam,” kata Mega dengan lantang di atas podium.

Namun setelah ucapannya itu, suara Mega terdengar mulai pelan dan tersendu. Bahkan ia sempat terhenti lantaran ucapannya tersendat.

“Berjuanglah untuk rakyat, dengan segenap jiwamu, dengan segenap cintamu. Maka rakyat pun akan mencintaimu. Rakyat akan menjagamu. Berikanlah dirimu untuk negeri ini. Dedikasikanlah hidupmu untuk tanah air yang begitu mencintaimu,” kata Mega dengan mata berkaca-kaca. (dik)

(Visited 18 times, 1 visits today)
Kategori: Parpol

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*