Pramono Anung Sebut Megawati Tiga Kali Mengalah Untuk Jokowi

mega-jokowiBeritaPrima,Jakarta – Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung Wibowo membantah bahwa Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengendalikan Presiden Joko Widodo. Sebab Megawati telah mengalah kepada Jokowi sebanyak tiga kali.

Pram menjelaskan Presiden Jokowi seringkali berbeda pandangan dengan Megawati Soekarnoputri didalam pengambilan keputusan berbagai persoalan. Hal ini membuat salah satu pihak harus mengalah dalam perbedaan pendapat., Megawati sudah tiga kali mengalah untuk menyerahkan keputusannya kepada mantan Gubernur DKI tersebut. Seperti yang dituturkan Pramono dalam diskusi “Benarkah Jokowi Boneka Megawati?” di Jakarta, Rabu (4/2/2015) siang

Mantan Wakil Ketua DPR Periode 2009-2014 tersebut mengatakan, Pertama, ketika ide mengenai pembentukan Rumah Transisi Jokowi-JK pada pelantikan presiden dan wakil presiden. “Saya terbuka kalau Bu Mega enggak setuju ide Rumah Transisi,” lanjut Pramono. Megawati sebenarnya tidak setuju akan ide pembentukan Rumah Transisi karena tidak diatur dalam konstitusi. Akan tetapi, Jokowi dapat melaksanakan ide itu sehingga Megawati mengalah.

Kedua, yaitu ketika pemilihan Menteri Kabinet Kerja. Megawati juga memiliki beberapa nama yang tidak sesuai untuk menjadi menteri. Namun, Presiden Jokowi memiliki hak Preogratif untuk memilih. “Tapi karena Pak Jokowi putuskan, Bu Mega hormati dan tak beri kritik. Saya tahu nama itu, tapi tak etis disampaikan,” Tambah Pramono.

Kemudian yang terakhir, ialah terkait pembentukan undang-undang yang diajukan oleh DPR. Sebagian RUU sudah ditolak secara terbuka oleh partai yang berlambang Banteng tersebut. akan tetapi pada akhirnya, Presiden Jokowi tetap melanjutkan proses pemebentukan RUU itu dibahas di DPR. Pramono juga mencontohkan RUU Keamanan Nasional yang diajukan Kementrian Pertahanan. “Posisi sebagai pribadi yang dukung Jokowi, Bu Mega hormati hal tersebut,” pungkas Pramono.

Perbedaan-perbedaan tersebut disampaikan Pramono untuk menepis anggapan bahwa selama ini Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah mengintervensi Jokowi, khususnya masalah pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Pramono juga melihat banyak pihak yang menginginkan agar Presiden Jokowi dan Megawati berpisah. Salah satunya adalah dengan mengaitkan pergantian Kapolri baru dengan kedua kader PDI-P tersebut.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 23 times, 1 visits today)
Kategori: Istana

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*