Relawan Jokowi Tersinggung Disebut Mega ‘Penumpang Gelap’

Jokowi bersama relawan Projo pada Pilpres 2014 lalu. (Foto: BeritaPrima/dok)

Jokowi bersama relawan Projo pada Pilpres 2014 lalu. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta - Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tentang ‘penumpang gelap’ ruoanya membuat kelompok relawan Jokowi tersinggung. Pernyataan tersebut disampaikan Mega saat berpidato politik dalam pembukaan kongres PDIP di Bali.

Ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Ormas Projo Sunggul Hamonangan Sirait meyakini bahwa yang dimaksud Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai penumpang gelap di tikungan bukanlah kelompok relawan. Menurut dia, relawan telah mendukung Joko Widodo dengan ekstrakeras pada Pemilu Presiden 2014 lalu.

“Kalau tidak ada relawan dan partisipasi publik, Jokowi pasti kalah melawan koalisinya Prabowo,” kata Sunggul dalam sebuah diskusi bertajuk “Penumpang Gelap di Tikungan” di Jakarta, Sabtu (11/4/2015).

Sunggul mengacu pada kekuatan kursi yang didapatkan kedua koalisi dalam pemilu legislatif. Dia mengatakan, kekuatan Koalisi Indonesia Hebat yang mendukung Jokowi bersama Jusuf Kalla kalah jauh dibandingkan kekuatan Koalisi Merah Putih yang mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

“Kita sudah kontribusi sedemikian rupa enggak mungkin Bu Mega menyebut kita sebagai penumpang gelap,” ujar Sunggul.

Kata dia, yang paling mengetahui siapa penumpang gelap adalah Megawati sendiri. Namun, dia meyakini penumpang gelap ini adalah pihak-pihak yang dulunya merupakan lawan politik Jokowi.

“Saya yakin ada orang yang dulunya menyerang, tetapi setelah Jokowi menang dia pelan-pelan masuk,” ujarnya.

Sebelumnya Megawati Soekarnoputri menyinggung soal “penumpang gelap” dalam pidato politiknya pada Kongres IV PDI-P, Kamis (9/4/2015) di Sanur, Bali. Megawati mengatakan, tim kampanye yang dikerahkan saat kampanye pemilu rentan disusupi “penumpang gelap” untuk kepentingan tertentu. Apa tanggapan Presiden Joko Widodo soal ini?

“Apa ya, saya enggak begitu ini, apa ada kata-kata itu?” kata Jokowi saat tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), Kamis.

Meski mengaku tak terlalu paham dengan pernyataan itu, ia mengatakan bahwa hal ini hanya masalah komunikasi. Jika komunikasi dibangun dengan baik antara pemerintah, partai politik, dan DPR, maka semua masalah bisa diselesaikan dengan baik.

“Kalau ada komunikasi baik antara pemerintah, partai, dan Dewan, saya kira semua persoalan bisa dipecahkan. Bisa dicarikan solusinya,” kata Jokowi.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan rombongan tiba di Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar pukul 18.00 Wita. Presiden disambut oleh Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, Kapolda NTB Brigjen Pol Sriyono, dan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudi Irham Srigede.

Dalam kunjungan kerjanya di NTB, Presiden dijadwalkan menghadiri beberapa acara, di antaranya meresmikan kampus IPDN di Kabupaten Lombok Tengah dan acara Tambora Menyapa Dunia (TMD) di Kabupaten Dompu. (dik)

Kategori: Parpol

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*