Sosok Unik Prananda Prabowo Di Arena Kongres PDIP

Prananda Prabowo cenderung malu-malu tampil di depan publik. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta - Ada yang menarik pada Prananda Prabowo. Putra Ketua Umum PDIP Megawati Soekarmoputri yang semakin aktif di dunia politik ini terkesan masih malu-malu. Dia tidak hanya jarang muncul di media, tetapi juga cenderung menghindar dari keramaian.
Hal ini nampak jelas selama berlangsungnya Kongres PDIP di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Bali. Dari awal pembukaan kongres hari Kamis (9/4/2015), Prananda tidak pernah terlihat di dalam ruangan kongres. Padahal dia digadang-gadang salah satu kubu di PDIP sebagai penerus Mega di masa mendatang.
Dari pantauan, Prananda baru muncul ketika Megawati membacakan susunan pengurus DPP PDIP 2015-2020. Dia duduk di kursi barisan depan dengan mengenakan kaos polo warna merah.
Mega sempat menceritakan tentang sosok Prananda. Kata Mega, Prananda anak yang suka ngumpet. “Dia anaknya tukang ngumpet di belakang,” seloroh Mega.
Mega juga sempat menyebut konsep pelaksanaan Kongres PDIP saat ini hasil tangan dingin Prananda. Seperti diketahui, kongres kali ini lebih menarik karena menampilkan video perjalanan karir Mega sebagai ketua umum. “Apa yang kalian lihat kemarin (pembukaan kongres) itu dia yang mengerjakan,” tambahnya.
Prananda pun maju ke depan dan berdiri bersama jajaran pengurus yang disebut Mega. Sampai pengucapan sumpah dan pelantikan yang dilakukan Mega, Prananda masih berada di panggung utama.
Namun, saat sesi ucapan selamat dari peserta kongres, anak Megawati dari mendiang suami pertamanya, Letnan Satu Penerbang Surindro Supjarso itu menghilang. Tak jelas ke mana dia pergi. Sejumlah wartawan yang ingin meminta komentar Prananda pun terpaksa gigit jari.
Selama ini, Prananda selalu bekerja di balik layar dengan memimpin Ruang Pengendali dan Analisis Informasi (Situation Room) PDIP. Nanda tidak masuk dalam struktur kepengurusan DPP PDIP. Saat merdeka.com mewawancarainya di tahun 2013 lalu, Prananda enggan menjawab ketika ditanya apakah akan terjun ke politik praktis untuk melanjutkan kepemimpinan trah Soekarno.
“Mengenai pertanyaan ini saya menolak menjawab. Yang pasti, biarlah waktu yang berbicara,” ujarnya.
(Didik Supriyatno)

