Ketika Rossi melakukan sedikit kesalahan dengan sedikit melebar terlalu jauh, Hernandez memanfaatkannya dengan menyalipnya dari sisi dalam. Hernandez pun memimpin jalannya balapan dan terus menggeber motornya untuk menciptakan jarak yang cukup jauh dengan Rossi dan Dovizioso yang berada di belakangnya.
Yang menjadi perhatian juga adalah bagaimana Andrea Iannone, yang start dari urutan paling belakang, melesat dengan cepat. Dari posisi 21, Iannone naik 12 tingkat untuk berada di posisi kesembilan.
Dari situ Iannone terus memperbaiki posisinya. Ia kemudian naik ke posisi keenam, berada tepat di belakang Marc Marquez. Namun, Iannone tidak butuh waktu lama. Ia kemudian menyalip Marquez untuk naik ke posisi kelima.
Sementara itu, Jorge Lorenzo benar-benar kesulitan dalam balapan ini. Setelah tercecer di urutan ke-12, posisi Lorenzo terus melorot hingga kemudian ia menemukan dirinya berada di posisi ke-19.
Balapan jadi makin menarik ketika menjelang lap kedelapan, hujan turun lagi. Trek yang tadinya sudah mengering menjadi basah kembali.
Dalam hujan yang perlahan-lahan turun, Dovizioso naik ke urutan kedua dengan menyalip Rossi. Sementara itu, Hernandez tetap berada di urutan terdepan.
Namun, dalam kondisi trek basah itu, Hernandez kemudian tergelincir. Ini membuat Dovizioso memimpin jalannya lomba. Hernandez kemudian masuk pit dan mengganti motornya.
Insiden serupa juga dialami oleh Iannone. Ketika berada di posisi kelima, ia tergelincir. Ini membuat pebalap berusia 26 tahun itu terlempar ke posisi ke-17.
BeritaPrima.com Bicara Fakta