Selanjutnya, pelaku dibonceng korban ke arah persawahan, tepi Jalan Raya Perak. Dua insan ini, MA dan Fida, memang teman lama. Keduanya satu sekolah di MTsN di Kabupaten Kediri.
Saat malam mulai larut keduanya melepas birahi. Berciuman di gelap malam. Selanjutnya, Fida berpamitan hendak pulang. Namun MA mencegah, sehingga terjadi ketegangan.
Puncaknya, pelaku memelintir kepala korban. Karena memberontak, pelaku kemudian mencekik leher korban dari belakang serta membenamkannya ke dalam lumpur sawah hingga tak bernapas.
Tak cukup itu, MA kemudian menggorok leher korban menggunakan pisau sangkur, menusuk dada, pergelangan kaki dan tangan.
Fida meregang nyawa. Mengetahui korbannya sudah tak bernyawa, MA membawa kabur motor Honda Beat merah dan ponsel milik Fida. Jasad jasad korban ditemukan warga Jumat (15/7/2016).
“Atas keterangan saksi, MA adalah orang terakhir bersama korban. Akhirnya keberadaannya kami telusuri dan kami tangkap saat berada di Kediri. Kami juga mengamankan barang bukti motor korban, uang penjualan Rp 900.000, ponsel Nokia, serta sepasang sandal,” pungkas Retno.
BeritaPrima.com Bicara Fakta