Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 8 Agustus 2016
simposium-anti-pki

Simposium Anti-PKI Hasilkan Sembilan Poin Rekomendasi

BeritaPrima.com, Jakarta - Simposium Nasional Mengamankan Pancasila dari Ancaman PKI dan Ideologi Lain, segera berakhir. Jelang penutupan, politikus senior Golkar, Indra Bambang Utoyo membacakan sembilan poin rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah.

Adapun rekomendasi tersebut ialah:

1. Sejarah mencatat bahwa telah terjadi pemberontakan PKI 1948 di Madiun dan sekitarnya. Pemberontakan itu terjadi justru saat menghadapi agresi militer Belanda. Lalu, terjadi lagi 1965 pada saat Bung Karno melakukan Dwi Komando Rakyat (Dwikora). Tujuannya sangat jelas, untuk merebut kekuasaan, jika berhasil akan mengganti Pancasila dengan Komunisme.

2. Menilik sejarah perjalanan bangsa, maka sepantasnya, PKI yang meminta maaf. Namun, pada kenyataannya mereka berupaya eksis, dan setelah reformasi tiga kali melakukan kongres. Demi masa depan bersama, kami atasnama masyarakat menuntut agar PKI membubarkan diri dan menghentikan kegiatannya dalam bentuk apa pun.

3. Bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa dua kali upaya pemberontakan bisa digagalkan. Tapi kami menyesalkan adanya korban dari TNI, rakyat dan PKI sendiri. Banyaknya korban tersebut telah menjadi luka sejarah cukup panjang.

4. Rekonsiliasi telah terjadi alamiah, sehingga saat ini, tidak ada lagi stigma. Khususnya terhadap keturunan eks PKI, hak sipil mereka kembali tanpa ada yang mempermasalahkan. Untuk itu, tidak perlu ada lagi upaya rekonsiliasi.

5. Diminta dengan sangat kepada pemerintah, LSM, agar tidak mengotak-atik kasus masa lalu, karena bisa memicu konflik dan mengganggu kestabilan negara. Akan lebih bijak apabila kita lebih melihat ke depan serta mengutamakan kepentingan negara dan bangsa dibanding kepentingan kelompok atau golongan. Dalam rangka mencapai cita-cita kemerdekaan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *