Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 12 September 2016
jimly1

Soal Macet Maut, Jimly: Pejabat Jangan Hanya Nikmati Gaji Gede

BeritaPrima.com, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie ikut mengomentari kabar meninggalnya belasan orang pada arus mudik tahun ini. Menurut Jimly, pengelolaan atau manajemen di jalan tol khususnya Brebes harus lebih dipertanggungjawabkan.

“Ini harusnya jadi pembelajaran bagi manajemen transportasi. Jangan gara-gara terlalu ingin melayani tol dibuka, padahal belum siap,” ujar Jimly saat menggelar open house di rumahnya, Komplek Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis, 7 Juli 2016.

Jimly tak ingin ketika peristiwa sudah terjadi pihak berwenang yakni manajemen jalan tol dengan pemerintah pusat saling menyalahkan. Semua orang yang bekerja, kata dia, harus tanggung jawab dengan pekerjaannya.

“Jangan hanya nikmati gaji gede, tapi tanggung jawab tidak dilakukan. Nanti salahkan Jokowi lagi. Manajemen jalan tol harus juga tunjukkan simpati kepada korban. Tenangkan pengemudi, lalu ambil langkah-langkah,” katanya.

Pada kesempatan ini Jimly juga menyoroti kasus terorisme yang terjadi di Indonesia dan Arab Saudi yang dilakukan dengan cara bom bunuh diri. Menurut Jimly, bunuh diri itu tidak dibenarkan dalam setiap agama. Karena tidak bisa menjadi tolak ukur masuknya si pelaku bom bunuh diri ke surga, dengan dalih membela agama.

Jimly menjelaskan masalah ini serius, jangan sampai terorisme dipersepsikan keliru. “Teroris has no religion. Teroris believe in no god, mereka tidak percaya Tuhan, hanya percaya diri sendiri,” ujar dia.

Menurut dia, agama apa pun tidak benarkan orang masuk surga dengan cara tidak halal. Bunuh diri itu tidak halal. Kalau mau masuk surga mari bareng-bareng kompetisi dengan mengajak semua orang berbuat baik, dan melakukan hal yang benar.

“Surga di akhirat memang harus digapai dengan mencapai lebih dari surga di dunia. Tapi, untuk mencapai surga di akhirat, tidak bisa dengan cara bunuh diri,” ujar Jimly.

Dirinya menambahkan, untuk orang non muslim juga harus membantu sama-sama umat beragama. Misal di tengah kerukunan umat, orang non muslim harus toleran. Jangan ngomong memedihkan soal orang puasa.

“Seperti di twitter, masa karena gara-gara banyak anonim, banyak juga yang hujat Islam dan Al-quran. Ini pasti orang iseng. Kita doakan dia dapat petunjuk,” jelasnya.

Jadi sesama warga bangsa, diharapkan harus menjunjung tinggi toleransi. Pun dengan tokoh agama harus terus bersama dengan tokoh politik dunia untuk menenangkan keadaan. “Kita tidak bisa hidup menggunakan logika lama. Kalau ada perbedaan sedikit lakukan kekerasan dan perang, yang seperti itu tidak bisa lagi,” lanjut dia. (dik)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *