BeritaPrima.com, Mojokerto - Untuk menuju rumah Linda Suprihatin warga Gondang Mojokerto yang ditemukan tewas dibutuhkan satu jam perjalanan melalui jalan berliku yang cukup untuk satu mobil.
Desanya berada sekitar 7 kilometer dari Kecamatan Gondang, yakni sebuah desa terpencil di lereng Pegunungan Anjasmoro.
Di sisi kanan-kiri jalan yang terlihat hijau dedaunan hutan jati dan perkebunan warga. Ternyata orang tuanya tak mengetahui jika Linda merantau sebagai pemandu lagu.
Ayah Linda mengatakan, jika anak tunggal pasangan Supadi (47) dan Sariati (37) mengaku bekerja di rumah makan Bebek Sincan di By Pass Mojokerto.
“Dia pulang ke rumah sebulan dua kali. Kalau saya minta pulang, dia pasti pulang. Dia kerja setelah bercerai dengan suaminya tahun 2014, mereka menikah tahun 2007 dan punya satu anak perempuan umurnya 8 tahun,” ungkapnya, Rabu (13/7/2016).
Masih kata Supadi, cucunya saat ini diasuh mantan suaminya di Desa Ngembat, Kecamatan Gondang. Sementara Linda sendiri hanya lulusan Tsanawiyah (setingkat SMP).
Menurutnya Supadi, Linda tertutup soal pekerjaan namun orang tuanya menilai jika Linda merupakan anak yang baik dan patuh kepada kedua orang tuannya.
Sementara pihak kepolisian menyebut jika Linda bekerja di sebuah toko roti di kawasan Sooko. “Untuk menambah penghasilan, korban melakoni pekerjaan sampingan sebagai pemandu lagu saat malam hari di sebuah karaoke di Mojokerto,” tambah Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso.
Setahun merantau sebagai pemandu lagu, Linda Suprihatin bergaya hidup lumayan. Janda satu anak tersebut sudah memiliki motor dan sejumlah perhiasan.
Ibunda Linda menuturkan, buah kerja keras Linda selama setahun di Kota Mojokerto terlihat nyata. “Dia punya motor, sejumlah perhiasan emas, tiga buah handphone dan tabungan di bank. Pakaiannya juga bagus,” ungkap Sariati, Rabu (13/7/2016).
Istri Supadi ini menjelaskan, barang berharga berupa kalung, empat buah cincin, gelang, uang tunai senilai Rp 3 juta, tiga buah ponsel dan sepeda motor Honda Vario raib.
Bahkan mayat Linda ditemukan di area lahan tebu Dusun Keraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Senin (11/7/2016) lalu sudah dalam keadaan membusuk.
Hanya jaket hitam, celana jeans biru dan sandal model sepatu ukuran 38 yang masih melekat di mayat Linda. Berdasarkan hasil otopsi, Linda tewas akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.
Diduga pelaku merampas harta pemandu lagu tersebut usai menghabisi nyawa anak tunggal pasangan Supadi (47) dan Sariati (37). (ren)
BeritaPrima.com Bicara Fakta