BeritaPrima.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kembali berseberangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kali ini mereka berbeda pandangan terkait tanggung jawab untuk melakukan pembenahan jebolnya tanggul di Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
Sebelumnya, Basuki atau disapa Ahok berpendapat pembenahan tanggul tersebut harus menggunakan APBD. Alasannya telah diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta. Sebab dalam perjanjian tidak ada yang dapat memberatkan pengembang.
Sedangkan Djarot perpandangan sebaliknya. Dia mengatakan, seharusnya kebocoran tanggul tersebut dibenahi oleh pengembang, bukan Pemprov DKI Jakarta.
“Kalau yang di Pantai Mutiara itu tanggung jawabnya pengembang loh. Yang di Muara Angke itu kita. Makanya kita mau tinggikan. Makanya pemukiman di atas tangul itu kita bersihkan dan pindahkan ke rusun,” kata Djarot di Masjid Al-Falah, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).
Namun, mantan Wali Kota Blitar ini menjelaskan, banjir yang sempat terjadi di kawasan Jakarta Utara beberapa waktu lalu bukan karena jebolnya tanggul. Melainkan karena naiknya tinggi permukaan laut.
“Kalau rob inikan bukan karena jebol, saya sudah ke sana itu karena tampias, karena gelombang terlalu tinggi sampai 2,5 meter sampai 3 meter. Masuklah itu. Itulah pentingnya kita bikin tanggul,” tutupnya.
Untuk diketahui, Basuki atau akran disapa Ahok mengungkapkan lemahnya perjanjian antara pengembang dengan pemerintah daerah. Alhasil ini memberikan beban kepada APBD saat terjadi sesuatu.
BeritaPrima.com Bicara Fakta