BeritaPrima.com, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tidak menampik bahwa pemerintahannya melanjutkan sejumlah program yang digagas oleh kepala daerah sebelumnya.
Ridwan mengatakan, dalam pembangunan, orisinalitas program tidak menjadi ukuran dalam keberhasilan sebuah program.
“Kita kan ada program Bawaku Mahasiswa. Itu program bagus, kita teruskan. Kita tidak menghapus program baik. Kita melanjutkan program baik, melengkapi yang buruk,” ujar Ridwan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Selasa (16/8/2016).
Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi kritik dari mantan Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda. Ayi yang menyatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai wali kota mengatakan bahwa ada beberapa program di era pemerintahannya yang diklaim oleh Ridwan.
Ridwan mengatakan, yang penting program itu terlaksana dengan baik dan warga merasakan perubahan positif atas program tersebut. “Di dunia ini tidak ada ide baru. Jadi saya tak bilang ide saya orisinal semua, yang saya lakukan pernah ada di tempat lain dengan cara masing-masing,” kata dia.
Ia tidak menyangkal bahwa nama program Kredit Melati (melawan rentenir) yang dijalankannya berasal dari gagasan di era Wali Kota Dada Rosada dan Wakil Wali Kota Ayi Vivananda. Karena program sebelumnya menyebabkan kerugian, Ridwan dan Wakil Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial kemudian mengubah tata cara perkreditan tersebut.
“Ukuran keberhasilan ya inovasinya, mau diganti juga enggak masalah, tapi namanya sudah bagus,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Emil itu menyatakan tidak anti terhadap kritik dari siapa pun, asalkan kritik itu dilandasi bukti dan data sahih.
Ia berbalik mempertanyakan prestasi Ayi selama lima tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota.
“Ngurus Satgasus PKL saja enggak beres, kita diwarisi PKL yang enggak beres di zaman Pak Ayi. Kita bereskan sama Pak Oded di lima lokasi, Kapatihan, Dalemkaum, dan lainnya,” kata dia. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta