BeritaPrima.com - NASA mengumumkan telah memiliki babak baru proyek masa depan untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa. Berawal dari proyek Magnetoshell yang memberikan penyelidikan tentang pendaratan mulus menuju habitat ruang angkasa, proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan agensi ruang angkasa untuk dapat terbang lebih jauh dan lebih cepat.
Terdapat delapan proyek teknologi yang merupakan bagian dari Nasa’s Innovative Advanced Concept (NIAC) yang masing-masing mendapatkan dana sebesar USD500 ribu untuk penelitian selama dua tahun. SpaceWorks mengatakan akan menggunakan dana tersebut untuk lebih memahami dampak dari hipotermia berkepanjangan dan mempertimbangkan dampak teknologi pada misi eksplorasi alternatif.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, Sabtu (14/5/2016), “Program NIAC merupakan salah satu cara NASA untuk menggaet komunitas teknisi dan ilmuwan Amerika Serikat yang terdiri dari tujuh lembaga sipil dan menantang mereka untuk datang dengan beberapa konsep kedirgantaraan yang paling visioner,” ungkap Steve Jurczyk, Administrator Asosiasi Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.
Para teknisi juga mengembangkan platform dual aircraft yang dapat memungkinkan seseorang untuk terbang tinggi selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan. Simulasi dengan durasi yang lebih panjang menunjukkan bahwa pesawat tersebut mampu “berlayar” di luar angaksa tanpa menggunakan gerakan dengan ketinggian 60.000 kaki.
Usulan lain ialah dengan menghasilkan pelapis solar white untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Teknologi tersebut mampu mendinginkan tangki bahan bakar di ruang angkasa yang bersuhu 300 derajat fahrenheit di bawah nol tanpa masukan energi yang dibutuhkan.
Semua proyek tersebut masih dalam tahap awal pengembangan dan membutuhkan waktu sekira 10 tahun atau lebih sebagai konsep pematangan dan pengembangan teknologi sebelum digunakan pada misi NASA. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta