BeritaPrima.com, Tokyo - Meski telah resmi mengambil alih Mitsubishi melalui pembelian saham 34 persen, justru langkah besar itu malah membuat tanda tanya besar di dunia automotif saat ini.
|
Berita Terkait
|
Banyak rumor yang muncul mempertanyakan langkah Nissan yang begitu cepat mengambil alih Mitsubishi hanya dalam waktu beberapa minggu saja, sejak skandal konsumsi bahan bakarnya mencuat di Jepang.
Meski berdampak pada kepercayaan pasar dengan menurunnya nilai saham Mitsubishi sebesar 44 persen, kondisi tersebut justru dimanfaatkan Nissan dengan memberikan penawaran pembelian sahamnya, ditengah penurunan harga serta kondisi Mitsubishi yang membutuhkan dana.
Seperti dikutip dari Caradvice, belakang diketahui rumor menyebutkan alasan Nissan mengambil alih Mitsubishi karena ingin mengambil alih teknologi hybrid plug in yang dimiliki produsen berlogo tiga berlian tersebut.
Meski diketahui Nissan sebagai produsen kendaraan listrik terbesar, namun teknologinya disebut masih ketinggalan jauh dengan teknologi PHEV milik Mitsubishi yang digunakan pada model Outlander. Tercatat model ini merupakan kendaraan hybrid terlaris di dunia.
Sebelumnya, CEO Renault-Nissan, Calos Ghosn juga pernah menyebutkan bahwa ada beberapa potong teknologi yang dimiliki Mitsubishi namun Renault-Nissan tidak memilikinya.
Ghosn juga menyebutkan akan mengembangkan teknologi PHEV untuk digunakan pada produk Renault-Nissan dan diproduksi bersama untuk mengurangi biaya besar dengan jumlah produksi lebih besar. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta