Terkait UN, Ini Pengakuan Dua Siswa SMA

Ujian Nasional SMA

Ujian Nasional SMA

BeritaPrima, Jakarta – Ujian Nasional (UN) seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan siswa SMA/SMK tingkat akhir, tak terkecuali UN yang dilaksanakan tahun 2015 ini.
Sebelumnya, UN memang menjadi nilai utama penentu kelulusan seorang siswa. Namun, semenjak Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan, indikator kelulusan murid saat ini ditentukan oleh pihak sekolah.

BeritaPrima telah merangkum sedikit informasi dari Nafi, siswa salah satu SMA di Jakarta Barat, dan Siti, siswi salah satu SMK di Tangerang Selatan. Keduanya menolak disebutkan identitas lengkap sekolahnya.

Menurut Nafi, dirinya tak menemukanmenemukan kesulitan yang berarti karena materi yang diujikan merupakan pelajaran Bahasa Indonesia dan Geografi. “Meskipun awalnya panik tapi saya dapat melewatinya berkat doa dukungan orang tua dan teman-teman. Geografi sama Matematika paling susah soalnya itung-itungan,” kata Nafi pada BeritaPrima, Kamis (16/4/2015).

Tak beda jauh, Siti mengakui materi yang diujikan beda sama SMA. Jadi yang diuji cuman Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Kejuruan (Akuntansi). Kesulitannya sih sama Ujian Bahasa Inggris aja, Apalagi bagian Listening. Menurut saya Speakernya terlalu cepat ketika menyampaikan materi sehingga benar-benar harus memahami secara seksama untuk menjawab soal,” kata Siti pada BeritaPrima di hari yang sama.

Nafi secara jujur mengakui dirinya mendapat kunci jawaban tersebut. Namun ketika pelajaran Bahasa Indonesia saya tidak mengandalkan sama sekali bocoran. Lain halnya, ketika ujian Matematika yang menurut saya sangat sulit, hampir 100% saya menggunakan bocoran hahaha. Kalau tidak salah semua kunci jawaban itu berasal dari sekolah tetangga,” ujar Nafi.

Lain dengan Siti. Dirinya menegaskan anti terhadap bocoran soal. Apalagi sekolah saya ngasih pengawasan yang ketat terhadap kunci jawaban. Sempet sih ada teman-teman yang berusaha nyari dan dapat bocoran soal bahasa inggris. Bahkan mereka bawa waktu UN, tapi jadi percuma juga toh gak sesuai sama jawaban yang ada di paket,” pungkas Siti.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 26 times, 1 visits today)
Kategori: Metro

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*