BeritaPrima.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka pintu islah buat kadernya yang dipecat Fahri Hamzah. Namun dengan tiga syarat, Fahri Hamzah harus akui kesalahan, meminta maaf kepada pimpinan partai dan kader PKS di seluruh Indonesia, serta mencabut gugatan hukumnya.
Namun persyaratan ini justru dianggap tidak masuk akal oleh seorang Fahri Hamzah. Fahri merasa tidak pernah melakukan kesalahan selama berada di PKS. Dia menilai, dakwaan PKS yang membuat dirinya dipecat sama sekali tidak mendasar.
“Saya disalahkan karena mulut saya. Mereka nampaknya tidak memahami bahwa pertama mulut saya ini tidak boleh dihukum, jangankan oleh partai, negara pun tidak bisa menghukum saya karena mulut saya. Saya juga dibilang merusak citra partai, dimana saya merusaknya? Konstituen saya dalam setiap pemilu semakin banyak dan mengapa justru orang-orang yang sudah dipidana yang jelas merusak citra partai tidak dipecat? Lantas dimana saya harus mengakui kesalahan saya?” ujar Fahri saat berbincang, Rabu (25/5).
Fahri menilai, pimpinan PKS seperti Hidayat Nur Wahid sebagai ketua Majelis Tahkim, dan 4 orang sebagai anggota adalah Surahman Hidayat, Abdi Sumaiti, Sohibul Iman merangkap Presiden PKS dan Abdul Muiz Saadi merangkap ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) yang harusnya meminta maaf. Sebab, kelima orang ini dinilai semena-mena telah memecat Fahri Hamzah. Lima orang ini juga yang digugat oleh Fahri Hamzah di PN Jaksel.
BeritaPrima.com Bicara Fakta