BeritaPrima.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tetap yakin bahwa pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras tak menimbulkan kerugian keuangan negara meski Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebut ada kerugian mencapai Rp191 miliar.
Bahkan, Ahok mengatakan jika audit lembaga yang dipimpin Harry Azhar Azis itu bagai buah simalakama. Pasalnya, hasil auidt BPK bukan hanya bertabrakan dengan KPK, tapi juga dengan BPN.
“Ini mah hasil audit kayak buah simalakama dong. Makan, bapak mati, enggak makan emak mati. Lucu aja,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Tak hanya itu, Ahok mengatakan pihaknya juga tak bakal menuruti BPK yang meminta membayar ganti rugi pembelian lahan RS Sumber Waras itu. Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini jika Pemprov menuruti permintaan BPK makan akan digugat.
“Ya Pemprov DKI bisa digugat jika seperti itu. Sekarang kamu bilang kita pake NJOP yang salah, dia bisa gugat kita enggak, dia pakai NJOP yang salah berarti negara ngutang Sumber Waras dong,” terang dia.
Sebelumnya, Ketua BPK, Harry Azhar Azis mengatakan pihaknya meminta agar Pemprov DKI Jakarta yang membeli lahan RS Sumber Waras wajib mengganti kerugian negara sebesar Rp191 miliar sebagaimana hasil auditnya. Menurut dia, berdasarkan ketentuan undang-undang, Pemprov DKI Jakarta wajib mengembalikan temuan kerugian negara tersebut.
“Ya itu kan ada indikasi kerugian negara yang ditulis di dalam laporan Rp191 miliar. Nah, itu harus dikembalikan,” katanya usai bertemu pimpinan KPK di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin 20 Juni 2016. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta