Program Menpora itu meggandeng BNN (Badan Narkotika Nasional). Setiap hari ada 50 orang meninggal dunia, 18.000 orang meninggal setiap tahun. Sementara 4.5 juta orang harus direhabilitasi karena narkoba.
Para pemuda terpilih itu dua hari pelatihan. Mereka harus lebih dulu lolos tes urine. Pembekalan juga diberikan seputar pengenalan terhadap bahaya narkoba dari berbagai sisi, meliputi kesehatan, akademis maupun spiritual dari tim-tim yang berasal dari BNN, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama maupun internal Kemenpora.
Di Jatimi, menurut Gus Ipul, ada sekitar 800.000 pengguna narkoba di Jatim. “Kami akan tindaklanjuti dengan membangun desa antinarkoba. Semua warganya bebas memakai atau mengedarkan narkoba. Dinas terkait yang menindaklanjuti,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul kaget ada sebutan Kampung Narkoba di Bangkalan, Madura. Ini harus menjadi perhatian serius. Di kampung ini kadernya harus berlipat. Dalam konteks kampung bebas narkoba, saat ini telah dirancang Pusat Rehabilitasi di Malang.
Gus Ipul kaget sampai di Ponpes pun ada pengguna narkoba. Disampaikan ada santri di Malang pindahan dari Kalimantan. Lama tak masuk Ponpes ternyata pengguna narkoba.
BeritaPrima.com Bicara Fakta