Hal sama juga disampaikan Sherly, simpatisan Jaklovers dari unsur mahasiswa. Mewakili anak muda, dia ingin memiliki pemimpin yang mampu merangkul semua kalangan, untuk memajukan Jakarta.
“Kami anak muda Jakarta butuh pemimpin yang cerdas, santun, tetapi pekerja keras. Kami juga membutuhkan pemimpin yang empati pada anak muda, gaul, tetapi tetap menjunjung tinggi adat ketimuran dan kesopanan,” papar dia.
Menurut Sherly, Risma merupakan sosok pemimpin kelas dunia, yang kesehariannya tetap menyatu dengan rakyat. Risma akan marah ketika ada orang menyakiti rakyat, apalagi merusak fasilitas rakyat.
Risma juga dinilai santun dalam menangani permasalahan rakyatnya. Seperti dalam penataan pedagang kaki lima, mengubah wajah Gang Dolly, dan menata daerah kumuh lain dengan memanusiakan penghuninya.
“Kami anak muda Jakarta meminta keikhlasan anak muda Surabaya, memanggil Risma, bukan hanya untuk menata Jakarta, tetapi menata Indonesia,” pungkas Sherly.
Neno Warisman, selaku pendiri Jaklovers mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Jakarta dan Surabaya.
Artis senior itu mengklaim, sejak Jaklovers dideklarasikan, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak agar Risma bersedia memimpin Jakarta.
“Ini menandakan ada kerinduan akan pemimpin baru di Jakarta. Pemimpin yang tegas dan berani, tetapi tetap santun. Pemimpin yang merindukan rakyatnya bahagia,” kata dia.
“Pemimpin yang tidak bisa tidur kalau ada rakyatnya tidak bisa makan. Pemimpin yang turun langsung terlibat memberi motivasi rakyatnya. Dan itulah bu Risma,” sambung Neno. (dik)
BeritaPrima.com Bicara Fakta