BeritaPrima.com – Bentrokan antara pasukan pemerintah Sudan dan kelompok bersenjata dilaporkan telah mengkibatkan sedikitnya 43 orang meninggal dunia. Bentrokan berdarah itu terjadi di Kota Wau, Sudan Selatan.
|
Berita Terkait
|
Selama ini, ribuan orang tercatat telah melarikan diri akibat perang saudara di Sudan setelah mereka meraih kemerdekaan. Setelah lima tahun merdeka dan telah dilakukan kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak, tapi masih terjadi kekerasan di daerah perbatasan.
Pasukan pemerintah selama ini diketahui telah berjuang melawan para pemberontak pengikut Ali Tamin Fatan. Ia adalah seorang pemimpin milisi yang mencoba untuk menguasai wilayah barat dekat perbatasan Republik Afrika Tengah (CAR).
“Berdasarkan laporan yang diperoleh sejauh ini, terdapat 39 mayat dan empat lainnya adalah anggota polisi. Jumlah tersebut bisa saja bertambah karena korban dari pihak tentara belum masuk hitungan,” ujar Juru Bicara Pemerintah Sudan, Makuei Lueth, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (28/6/2016).
Menurut keterangan dari Lueth, Fatan yang selama ini berusaha untuk mendirikan sebuah Negara Islam telah melancarkan serangan di seluruh wilayah Uganda. Kendati demikian, Lueth tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Sudan Selatan selama ini terus menerus diguncang oleh pertempuran dari berbagai kelompok bersenjata dengan tujuan untuk menguasai kontrol atas hak tanah dan cadangan minyak.
Buntut peperangan di Sudan Selatan ini, PBB mencatat sekira 12.000 orang telah mengungsi dengan pusat perkumpulan di wilayah perbatasan. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta