Ibu kota prefektur Yili, Gulja yang juga dikenal di Cina sebagai Yining adalah tempat terjadinya kerusuhan etnis mematikan pada 1997 yang menewaskan 10 orang.
Sebagian besar etnis minoritas Uighur yang meningkat sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang menjalankan agama Islam. Ratusan orang telah tewas selama beberapa tahun terakhir dalam serangkaian serangan di Xinjiang. Beijing menyalahkan militan Islam lah yang melakukan serangan tersebut untuk membentuk sebuah negara merdeka yang disebut Turkestan Timur.
Cina menyebut mereka terinspirasi atau dibantu oleh kelompok-kelompok teror di luar negeri. Namun para pemimpin Uighur telah membantah pihaknya berada di balik kekerasan yang terjadi.
Pihak berwenang di Xinjiang di masa lalu telah meningkatkan pengawasan, termasuk pada praktik Islam yang dijalankan etnis minoritas Uighur selama Ramadhan. Pegawan Negeri Sipil (PNS) dan anak-anak dilarang berpuasa. Padahal pekan lalu, Cina mengatakan tidak ada diskriminasi agama di wilayah Xinjiang dan tidak akan ada gangguan pada Ramadhan ini.
BeritaPrima.com Bicara Fakta