Di Balik Munculnya Fenomena Ichiro
BeritaPrima, Jakarta - Nakalnya pengguna jalan raya tampaknya semakin menjadi-jadi. Disaat penegak hukum dianggap tidak sanggup bertindak, kini muncul fenomena Ichiro di jalan raya. Tak hanya bertindak ala polisi, tapi juga merangkap hakim, jaksa, dan eksekutor. Sudah banyak mobil beroda empat dan motor di jalanan yang jadi korbannya.
Menurut Sosiolog Musni Umar, munculnya Ichiro merupakan fenomena yang menjadi pukulan halus bagi aparat penegak hukum untuk bisa lebih menertibkan lalu lintas. Hal tersebut disampaikan Musni saat dikonfirmasi pada , Senin (2/2/2015) malam.
“Hal ini bisa mejadi pukulan halus kepada aparat penegak hukum yang dianggap sudah tidak berdaya. Meskipun tidak bisa sepenuhnya bisa disalahkan aparat, karena memang mayoritas masyarakat melakukan pelanggaran,” ujar Doktor lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia itu.
“Problem masyarakat itu sekarang menjadi disorder (gangguan), rusak-rusak, sehingga aturannya yang perlu dikuatkan. Jadi semuanya harus kembali pada instrumen standar. Semua itu kan ada hukumnya bagaimana berperilaku di jalan, bagaimana peraturannya. Masalahnya mau nggak semua itu ditegakkan,” demikian kata Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soegeng Poernomo saat ditanya tanggapan fenomena Ichiro.
Hal itu dikatakan Soegeng usai dialog publik mengenai transportasi udara di Newseum Cafe, Jl Veteran I no 33, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).
Apakah fenomena Ichiro yang melakukan ‘street justice’ ini karena ketidakberdayaan masyarakat pada polisi yang seharusnya menegakkan hukum di jalan?
“Saya belum melihat ke arah sana. Sekarang ini banyak masyarakat yang perilakunya heroik. Dengan masalah perilaku heroik ini ada keinginan mereka untuk meniru permasalahan,” imbuhnya.
Satu-satunya cara, tegasnya, aturan disiplin di jalan harus ditegakkan. “Simpel saja, selama tata cara beretika di jalan dan berlalu lintas ditegakkan, semua sudah selesai kok,” tutup Soegeng.
Sebelumnya, video-video aksi Ichiro yang menabrak dan menyenggol pengendara ‘nakal’ diunggah oleh akun bernama Andi Wenas di youtube. Dalam sejumlah video tersebut oleh Andi, terlihat bagaimana Ichiro tanpa segan-segan memberikan ‘pelajaran’ kepada mobil, motor, truk, hingga Metromini.
Ichiro adalah nama sebuah kendaraan roda empat, Suzuki Vitara putih dengan nopol B.2566 DP, yang telah dimodifikasi menjadi sebuah kendaraan off-road beroda tinggi lengkap dengan balutan besi-besi bulat yang melindungi body utamanya. Huibert Andi Wenas, sang pemilik, yang memberinya nama. Beberapa kometar di dunia maya menyatakan, “Berhati-hatilah jika ada Ichiro di jalan raya!”
Mengapa harus berhati-hati terhadap Ichiro?
Andi Wenas mungkin mewakili ribuan pengemudi di Jakarta yang sudah muak dan geram dengan ulah banyak pemotor dan pengendara mobil yang seenaknya menggunakan jalan raya, tanpa mengindahkan rambu lalu lintas, marka jalan, sopan santun di jalan raya, dan sebagainya.
Setiap hari kita bisa melihat ulah para biker yang dengan mudahnya tiba-tiba berbelok menyalip mobil tanpa memberi lampu sein, seenaknya berkirim sms sambil melaju di jalan tanpa peduli dengan kendaraan lainnya yang ada di belakangnya, seenaknya keluar dari gang kecil ke jalan raya dengan kencang tanpa melihat kanan dan kiri, seenaknya menerobos lampu merah, bahkan seenaknya berjalan melawan arus, seenaknya melintas di trotoar tempat pejalan kaki, dan edannya lagi, jika diperingatkan mereka ini malah marah-marah merasa paling benar sendiri.
Bukan hanya biker, pengendara mobil juga sering seenaknya, tidak tahu aturan, ketika berada di jalan raya. Mereka bisa dengan seenaknya menyalip kendaraan lain tanpa menyalakan sein, berjalan di bahu paling kiri jalan tol, egois dan tidak tahu aturan. Belum lagi sopir-sopir angkot dan metromoni yang sering ugal-ugalan.
Kenyataan-kenyataan inilah yang membuat seorang Andi Wenas geram dan marah, sehingga dia pun ingin memberikan pelajaran kepada pengguna jalan raya yang ngawur ini dengan caranya sendiri. Jika kita melihat puluhan video di youtube-nya (diposting oleh Andi Wenas dengan tajuk “Ichiro”), kita bisa melihat bagaimana cara seorang Andi Wenas memberikan pelajaran dijalan raya. Sadis, memang. Belum lagi umpatan-umpatannya yang bagaikan kebun binatang keluar semua. Bagi kuping kebanyakan orang, umpatan dan makian Andi Wenas sangat panas dan bisa memprovokasi untuk duel satu lawan satu.
Bagi yang ingin melihat aksi Ichiro di youtube bisa mencarinya dengan judul “Ichiro”.
Nah, bagi kita semua, pengendara motor maupun roda empat, sebaiknya memang harus taat peraturan di jalan raya. Sopan santun dan etika harus diutamakan. Semua itu juga untuk kebaikan kita semua, terutama buat diri sendiri. Dan jika ada kehadiran Ichiro di jalan raya, waspadalah, dan sebaiknya menjauh, untuk menghindari segala kemungkinan yang tidak kita inginkan. Waspada itu perlu, apalagi bila di jalan raya. (Dimas Wahyu)

