BI Rate Turun Jadi 7,5%

agus-marto

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta - Hari ini, Selasa (17/2/2015), Bank Indonesia (BI) mengumumkan suku bunga acuan atau BI Rate. Diputuskan BI Rate turun dari 7,75% menjadi 7,5%.

Demikian disebutkan Agus Martowardojo, Gubernur BI, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (17/2/2015). Agus mengatakan, BI Rate 7,5% konsisten dengan sasaran inflasi tahun ini, yaitu 3-5%.

“Kebijakan ini diambil dengan keyakinan inflasi akan terkendali dan rendah di kisaran 4% plus minus 1% pada 2015. BI menyambut baik reformasi subsidi, pembangungan infrastruktur. BI berpandangan dengan disetujui APBN, dan langkah tersebut akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” papar Agus.

BI Rate yang turun ini di luar perkiraan pelaku pasar. Misalnya Mandiri Sekuritas dalam risetnya menulis, pasar keuangan masih nyaman dengan BI Rate 7,75%.

“Kami masih nyaman dengan suku bunga acuan 7,75%. Risiko eksternal masih tinggi,” sebut Mandiri Sekuritas dalam risetnya.

Agus menyebutkan alasan bank sentral menempuh kebijakan ini.”BI melihat dan meyakini bahwa pengendalian inflasi untuk terjaga rendah dan stabil mengarah kepada di bawah 4%. Ini suatu kondisi yang akan terus dijaga dengan adanya upaya pemerintah,” kata Agus.

Agus pun membantah ada tekanan dari pemerintah agar BI menurunkan suku bunga. “Tidak ada. BI melakukan dalam kajian berdasarkan fakta dan data,” tegasnya.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubenur Senior BI, mengatakan pertimbangan utama penurunan BI Rate memang perkiraan inflasi yang terkendali. Harga minyak dunia yang masih bertahan di level yang rendah membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri juga berpotensi masih akan rendah dalam beberapa waktu ke depan.

Sejak 1 Januari 2015, pemerintah memang mengaitkan harga BBM jenis Premium dan Solar dengan harga pasar atau keekonomiannya. Subsidi Premium sudah dicabut, dan Solar diberikan subsidi tetap (fixed subsidy) Rp 1.000/liter.

“Sekarang harga BBM itu terkait harga minyak dunia, dan floating. Harga minyak turun signifikan, dan inflasi ini bisa di level bawah. Kan ditargetkan 4% plus minus 1,” kata Mirza.

(feb)

(Visited 5 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan
Tags: #BIRate

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*