Harga Gabah Petani di Bulan Februari 2015 Turun
BeritaPrima, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga gabah kering panen (GKP) yang dijual petani pada Februari 2015 mengalami penurunan Rp 105,37 per kilogram, atau 2,1 persen menjadi Rp 4.922,52 per kilogram. Sedangkan, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani turun sebesar Rp 90,14 per kilogram, atau 1,65 persen menjadi Rp 5.357 per kilogram.
“Harga gabah ini ternyata sudah turun, tapi harga beras masih naik,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, dalam konferensi pers, Senin (2/3/2015).
Dia menyebutkan, harga gabah turun terutama di Pulau Sumatera karena di wilayah tersebut panen raya lebih cepat dibanding wilayah lain. Harga GKP tercatat paling rendah di Jawa Barat sebesar Rp 3.365 per kiloram, sedangkan tertinggi di Kalimantan Tengah sebesar Rp 8.200 per kilogram.
Sementara itu, harga GKG terendah terjadi di Sulawesi Tenggara sebesar Rp 4.300 per kilogram, sedangkan harga GKG tertinggi terjadi di Jawa Barat sebesar Rp 6.600 per kilogram.
Dampak impor
Sasmito menjelaskan, dilihat dari komposisinya, kenaikan harga beras belakangan mulai telihat dari level penggilingan. Catatan BPS, harga gabah di tingkat petani pada Februari 2015 turun 0,21 persen, tapi di tingkat penggilingan naik sebesar 0,33 persen.
Berikutnya, di tingkat pedagang besar harga beras mengalami kenaikan 1,01 persen, dan terakhir di pedagang eceran harganya dinaikkan 2,88 persen. Melihat rendahnya harga gabah di tingkat petani, Sasmito mengapresiasi ketika pemerintah memutuskan tidak impor.
“Menurut saya itu keputusan yang perlu diacungi jempol. Karena kalau impor bisa dibayangkan itu harga gabah di tingkat petani mau turun berapa lagi,” ucap Sasmito.
(Aditya Sanjaya)

