Ketika Menteri Gobel Marahi Ibu Pembeli Pakaian Dalam Bekas

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.
BeritaPrima, Jakarta – Secara terang-terangan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memerangi peredaran pakaian bekas. Suatu ketika Rachmat pun pernah bersitegang dengan seorang ibu yang membeli pakaian dalam bekas impor.
Peristiwa tersebut diceritakan oleh Direktor Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Widodo, pada saat perayaan Hari Konsumen Sedunia yang jatuh hari ini.
“Pak Menteri pernah marah di forum, ada ibu-ibu bilang ‘ini dalaman (pakaian dalam) bermerek bagus’. Pak Menteri bilang ‘memang di jalan ibu buka-buka celana?’,” ujar Widodo menuturkan perkataan Mendag Gobel, di Gedung RRI, Minggu (15/3/2015).
Widodo menilai, rasa nasionalisme ibu tersebut sudah keterlaluan sekali. Karena beli produk dalam negeri lebih sehat. “Kalau produk luar di perjalanannya kena apa, kita kan tidak tahu,” tukasnya.
Untuk itu, bertepatan dengan Hari Konsumen Sedunia, Widodo kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi membeli pakaian bekas impor.
Pasalnya hasil uji laboratorium dari pakaian tersebut sangat berbahaya. Pakaian bekas tersebut mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
“Pakaian bekas impor setelah uji mengandung bakteri sampai 216 ribu koloni per gram. Bahkan sebagian yang dijual pinggir jalan itu seperti celana pendek ada bekas menstruasi wanita,” kata dia.
Pakaian bekas impor, lanjut Widodo, selain menjadi sumber penyakit juga bisa merendahkan harkat dan martabat bangsa.
“Setelah diteliti lebih mahal harga Rp10 ribu, biaya berobatnya Rp300 ribu. Bisa terinfeksi penyakit saluran kelamin. Kalau seperti itu lebih murah produk dalam negeri. Jadi Saya memohon jaga kesehatan dari produk seperti itu,” katanya.
(feb)

