Daerah Karawang Potensial Untuk Bisnis Properti Hunian

properti4

Kawasan properti hunian

BeritaPrima, Jakarta - Pelaku usaha menilai Kabupaten Karawang, Jawa Barat merupakan area potensial pengembangan properti hunian.

Manager Divisi Property PT WIKA Gedung Vianda Mangan menuturkan dalam satu dekade terakhir, wilayah yang terletak 70 km di timur Jakarta ini berkembang menjadi kawasan industri terbesar.

Selain itu, Karawang menjadi kabupaten kedua setelah Bekasi sebagai daerah tujuan investasi di Tanah Pasundan, sebutan untuk Jawa Barat.“Pada kuartal I atau Januari - Maret 2015, nilai PMA (Penanaman Modal Asing) di Karawang mencapai US$3 miliar, sedangkan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) Rp2 triliun,” tuturnya saat peluncuran apartemen tower pertama Tamansari Mahogany, Sabtu (18/4/2015).

Human Capital dan Pengembangan Property WIKA Gedung Nur Al Fata menambahkan sektor industri Karawang tumbuh pesat selaras dengan perkembangan ekonomi nasional pasca krisis 1998. Kini, terdapat ratusan perusahaan multinasional dengan lebih dari 500.000 tenaga kerja asing dan lokal yang tersebar di kantong-kantong kawasan industri.

“Para pekerja ini tentunya membutuhkan hunian, daripada jauh-jauh pulang pergi setiap hari ke rumahnya di Jakarta, Bekasi, ataupun Bandung. Lebih baik pada hari kerja, Senin - Jumat, mereka tinggal di wilayah yang dekat dengan tempat ker anya, baru pada akhir minggu pulang,” terangnya.

Selain segmen pekerja yang gemuk, bisnis properti Karawang akan terdongkrak dengan adanya pembangunan infrastruktur, seperti bandara internasional.

Oleh karena itu, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung) meluncurkan Tamansari Mahogany di Karawang dengan investasi Rp700 miliar.

Nur Al Fata menuturkan proyek pada lahan seluas 8.500 m2 ini terdiri dari 2 tower apartemen dan 1 tower kondotel.

Apartemen tower satu dan dua bersifat tipikal yang terdiri dari 794 unit kamar. Sedangkan kondotel memiliki 250 unit.

Plt. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menambahkan pihaknya sangat menunggu adanya investasi properti hunian, terutama yang berkonsep vertikal.

“Kami harapkan pengembangan hunian diarahkan ke atas, agar penggunaan lahan semakin efektif. Tujuannya tentu pengembangan properti tidak mengganggu area peruntukkan lain, terutama pertanian,” jelasnya.

Alasannya, Cellica tetap menginginkan wilayahnya menjadi lumbung padi bagi Jawa Barat dan pusat ketahanan pangan nasional.

Dia pun berjanji akan memberikan insentif kemudahan perizinan kepada developer yang ingin melakukan pengembangan properti asalkan sesuai dengan desain RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kabupaten.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 9 times, 1 visits today)
Kategori: Properti
Tags: #Perumahan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*