Penjualan UT Menurun Dari 42% Jadi 37,6% Di Kuartal Pertama

Presiden Direktur Gidion Hasan United Tractors (kanan) memberi penjelasan seusai acara RUPS di Hotel JW Marriot Jakarta, Selasa (21/4/2015). (Foto: BeritaPrima/ Sonny Eko Kusetiawan)
BeritaPrima, Jakarta – PT United Tractors (Perseroan) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Ballroom lantai 2 Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
RUPST dimulai pada pukul 14.00 dan rapat dilaksanakan secara tertutup hanya untuk para pemegang saham. Kemudian baru pada pukul 16.00 tebuka untuk umum dan wartawan.
Dalam Press Conference, Presiden Direktur Gidion Hasan United Tractors (UT) menanggapi seluruh pertanyaan dari awak media terkait kelanjutan langkah United Tractors dalam pengembangannya di Indonesia. Menurutnya, penjualan produk UT saat ini sedang dalam kategori kurang menggairahkan.
“Kuartal Pertama, UT mengalami penurunan dalam bidang penjualan yakni dari persentase 42% menjadi 37,6%,” tutur Gidion Hasan.
Gidion mengungkapkan harga komoditas yang terlampau tinggi merupakan salah satu penyebabnya. “Bahkan memasuki kuartal kedua tahun ini, UT diprediksi mengalami penurunan hingga berakhirnya tahun 2015,”lanjutnya.
Bahkan, masih menurut Gidion, UT sedang berusaha membangun di daerah timur Indonesia. “Di sektor pertambangan, ekspansi UT baru 75% mengakuisisi tambang emas di Sumbawa. Eksplorasi sendiri masih terus dilakukan,” pungkas Gidion Hasan.
Sebelumnya, Sekertaris Perusahaan Sara Loebis memeperkenalkan anggota Direksi Perseroan untuk masa jabatan 2015-2017. Dua posisi tertinggi yaitu Edhie Sarwono sebagai Direktur Independen dan Gidion Hasan menjabat sebagai Presiden Direktur. Kedudukan mereka juga dibantu oleh 4 direktur lainnya yaitu, Iman Nurwahyu, Loudy Irwanto Elias, Iwan Hadianto, dan Idot Supriadi.
RUPST juga telah mengambil keputusan ringkas yang telah diakui secara bersama dalam sebuah Press Release sebagai berikut :
1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2014, mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan, dan mengensahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2014, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (Anggota jaringan firma PricewaterhouseCoopers), sebagaiman ternyata dalam laporan tanggal 20 Februari 2015, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
2. Menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan yang mencapai Rp5,36 triliun dengan rincian sebagai berikut :
• Dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp2,76 triliun atau Rp740,- setiap saham (termasuk didalamnya dividen interim sebesar Rp195,- setiap saham), yang dibayarkan pada tanggal 28 oktober 2014. Sedangkan sisanya sebesar Rp545,- setiap saham akan dibayarkan pada tanggal 22 Mei 2015, bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftarpemegang saham Perseroan pada tanggal 4 Mei 2015 pukul 16.00 WIB.
• Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.
3. Mengangkat anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2015-2017, dengan susunan sebagai berikut :
• Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
• Wakil Presiden Komisaris : David Alexander Newbigging
• Komisaris : Simon Collier Dixon
• Komisaris : Djoko Pranoto
• Komisaris Independen : Anugerah Pekerti
• Komisaris Independen : Nanan Sukarna
4. Mennyetujui penetapan gaji atau tunjangan Direksi Perseroan serta honorarium atau tunjangan Dewan Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 2015-2016.
5. Memberikan wewenang kepada Direksi dengan memperhatikan pendapat dari Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk salah satu kantor akuntan publik di Indonesia yang terafiliasi dengan salah satu dari empat besar kantor akuntan publik internasional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan anak perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
Ichsan Husyaifi

