Masih Banyak Sistem Usaha Sarat Korupsi
BeritaPrima, Jakarta - Hari buruh (May Day) semakin dekat. Berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) turut terjun ke jalan untuk menyuarakan tuntutannya. Salah satunya adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Pratiwi Febry selaku Kepala Penelitian dan Bantuan Hukum mengungkap bahwa LBHJ mengajak untuk mengkritisi sistem usaha yang sarat korupsi.
“Kami mengajak klien-klien buruh untuk mengkritisi sistem usaha yang sarat dengan korupsi. Tidak hanya sistem usaha, tetapi juga sistem produksi dan juga kelembagaan negara yang masih sarat dengan korupsi.Contohnya di pengawasan,(dan) inspektorat. Nah, ini masih sarat dengan korupsi,” tutur Pratiwi dalam wawancara dengan BeritaPrima, di Kantor LBHJ, Salemba, pada Siang ini (23/4/2015).
Wanita bersuara lembut ini mengungkapkan bahwa buruh harus peduli terhadap korupsi di berbagai sector. Ia juga yakin jika pengusaha dan buruh melihat korupsi patut untuk diberantas,maka pengusaha dan buruh tidak akan saling berlawanan satu sama lain.
“Buruh juga harus aware banyak korupsi di sector produksi, dan juga korupsi di lembaga ketenagakerjaan, kementerian tenaga kerja, terutama (dalam bidang) pengawasan. Inilah yang harus dibenahi.
Seandainya saja kaum pengusaha dan kaum buruh bisa melihat satu titik ini (korupsi) sebagai titik temu bahwa ini (korupsi) harus diberantas, maka saya yakin buruh dan pengusaha tidak selamanya berlawanan, tetapi mereka (pengusaha dan buruh) bisa seirama sekata untuk melawan korupsi yang terjadi,” ungkap Pratiwi.
Keberadaan tema pemberantasan korupsi menjadi agenda vital dari LBHJ untuk menyuarakan aspirasinya di May Day. Ada pun tiga poin lainnya diungkap Pratiwi sebagai berikut. “Kedua, hapuskan politik upah murah. Ketiga, Hapuskan outsorcing. Yang terakhir, kebebasan berserikat,” ulasnya.
(Agil Kurniadi)

