Perekonomian Indonesia Ternyata Ditakuti Di ASEAN

Bursa Efek Jakarta, salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (Foto: BeritaPrima/ Sonny Eko Kusetiawan)
BeritaPrima, Jakarta - Boleh saja masyarakat Indonesia ketar-ketir menghadapi era keterbukaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015. Tapi nyatanya, justru negara-negara tetangga yang kini takut dengan Indonesia.
Setidaknya itulah informasi yang diperoleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. “Banyak yang khawatir menghadapi Singapura, Malaysia, Brunei, semua ada rasa khawatir. Saya ketemu kepala negara di ASEAN. Waktu di Brisbane (Australia), Singapura, Beijing, apa yang mereka buka, mereka juga takut. Mereka takut sama kita,” kata Jokowi saat menerima delegasi pengurus DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Istana Jakarta, Senin (6/4/2015).
|
Pilihan Redaksi
|
Karena itu Jokowi mengajak semua pelaku usaha di tanah air untuk percaya diri menghadapi MEA akhir 2015. Bila MEA sudah diberlakukan, Indonesia harus membuka arus masuk barang dan jasa dari negara-negara tetangga tanpa ada lagi pembatasan.
Jokowi yakin sebenarnya banyak pengusaha muda yang mampu menembus pasar internasional. Mantan walikota Solo itu pun mencontohkan, usaha di bidang online yang sedang giat-giatnya.
“Sekarang yang muda-muda itu mampu melalui ke sana, memasarkan barang dengan online store, dengan web, yang muda-muda banyak yang melakukan,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, perkembangan industri di Indonesia cukup bagus. Baik itu smelter, sawit, cokelat dan berbagai industri pengolahan bahan mentah lainnya.
Dia juga mengingatkan, kalau ada yang menginginkan bergerak di bidang industri kopi, cokelat dan lainnya, harus mulai masuk.
“Saya yakin setahun dua tahun itu ramai-ramainya industri kita. Saya tidak mau salah apalagi waktu booming minyak 1970-an tidak dimanfaatkan, tahun 1980-an booming kayu saya masih kecil, karena semua diekspor, mentah tidak diolah dulu,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dia menginginkan, apabila ada industri mentah maka harus diolah terlebih dahulu di dalam negeri.
“Di Tiongkok (China), batu bara kita diproduksi ke sana, produknya dijual ke sini dan kita beli, keliru nggak strategi bisnisnya,” tuturnya.
Jokowi pun menekankan, kalau seandainya dia punya kayu maka nggak dia jual dan malah suruh dateng ke sini.
“Punya batubara mau punya industri silahkan datang ke Kalimantan,” tambahnya. (feb)

