Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sudah Lampu Kuning

infrastruktur-jalan

Pembangunan infrastruktur akan terhambat akibat rendahnya pertumbuhan ekonomi. (Foto: BeritaPrima/ Sonny Eko Kusetiawan)

BeritaPrima, Jakarta - Melambatnya ekonomi Indonesia kuartal I-2015 di 4,71 persen mengkhawatirkan masyarakat. Karena itu, pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengelola perekonomian Indonesia.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi berada di Lampu Kuning. “Jangan sampai terpuruk sampai Lampu Merah, karena dampaknya sampai pada krisis global,”ucapnya pada Jumat (8/5/2015).

Menurut Enny, ekonomi yang telah lampu kuning ini berdampak pada penerimaan negara yang terancam tidak mencapai target. ”Menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi meningkatkan defisit anggaran yang dibiayai utang,” imbuhnya.

Enny juga menjelaskan bahwa rendahnya kinerja sektor riil membuat penurunan daya beli dan kesempatan kerja. Bahkan, Enny menjelaskan bahwa hal ini berdampak pada tidak terealisasinya potensi masuknya investasi ke Indonesia.

“Dengan rendahnya kinerja sektor rill maka terjadi penurunan daya beli dan kesempatan kerja akan semakin menurun juga,” lanjutnya.

“Ini bisa berdampak potensi masuknya investasi ke Indonesia tidak dapat terealisasi,”jelasnya.

Oleh karena itu, Enny memberikan solusi dengan cara mengembangkan sektor UMKM. “Solusi lainya, kembangkan sektor UMKM sebagai komando ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas,tingkatkan produktivitas sektor pertanian, dan bangun hilirisasi industri itu harga mati,”tuturnya.

(Agil Kurniadi)

(Visited 87 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*