Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Berlanjut
BeritaPrima, Jakarta - Harga minyak mentah dunia pada Senin, 9 Februari 2015 naik menyusul jatuhnya rig pengeboran minyak di Amerika Serikat. Konflik di salah satu negara produser minyak, Libya juga membantu harga minyak dari reli sepanjang pekan lalu.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 1,3 persen jadi US$58,57 per barel, pada 00.03 GMT (07.03 WIB) setelah sempat naik setinggi US$59,06 pada awal sesi.
Acuan minyak mentah naik lebih dari sembilan persen pada pekan lalu, yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2011. Brent telah naik lebih dari 18 persen dalam dua minggu terakhir, menunjukkan yang terbaik seperti sejak tahun 1998.
Minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) naik dua persen jadi US$52,74 per barel, setelah mencapai sesi tinggi US$53,40.
Jumlah rig pengeboran minyak di AS turun 83 unit menjadi 1.140 pada minggu lalu. Menurut survei pada Jumat kemarin, jumlah rig itu merupakan yang terendah sejak Desember 2011. Kondisi ini adalah sebuah tanda dari tertekannya produsen minyak oleh jatuhnya harga minyak mentah.
Menguatnya jumlah pekerjaan di AS pada Januari sebesar 257.000 (melampaui perkiraan Wall Street) membantu reli harga minyak pada perdagangan Jumat kemarin.
Bahkan, harga minyak akhir pekan lalu seolah tak peduli dengan pelemahan ekonomi Tiongkok. Meski ekonomi di negara terbesar kedua konsumen minyak itu lesu, harga minyak mentah cenderung melanjutkan kenaikannya.
Kinerja perdagangan China merosot pada bulan Januari. Ekspor jatuh 3,3 persen dari level tahun lalu. Sementara impor turun 19,9 persen, jauh lebih buruk dari yang diperkirakan analis.
Di tempat lain, pemogokan oleh penjaga keamanan telah menutup pelabuhan minyak timur Libya. (aud)


