3. Swedia
Negara ini memandang dirinya sebagai kembaran Skandinavia dari Britania Raya. Ketika negara-negara lain di UE sepakat mengadopsi mata uang Euro, Swedia menolak. Secara keseluruhan, hanya 90 persen isu politik yang diikuti negara viking tersebut.
Tahun lalu, Swedia juga direpotkan dengan ratusan ribu pengungsi yang masuk ke negaranya. Situasi ini memicu protes keras dari partai kanan, sehingga mengingatkan orang-orang pada awal mula kebangkitan kampanye Brexit yang sama yang terjadi di Inggris.
4. Belanda
Salah satu media massa Belanda melalui halaman utamanya menyampaikan satu pesan yang sangat jelas, “Jangan tinggalkan aku seperti ini.” Demikian headline Algemeen Dagblad. Meskipun, pesan tersebut bukan jaminan mewakili seluruh harapan rakyat Belanda.
Namun ada satu kampanye dari partai populis sayap kanan yang mengultimatumkan gerakan serupa dengan Brexit. “Jika kita mau selamat sebagai sebuah negara, kita harus menghentikan imigrasi dan islamisasi. Kita tidak bisa melalukan hal itu, jika masih tergabung dalam Uni Eropa,” kata ketua partai tersebut Geert Wilders.
BeritaPrima.com Bicara Fakta