Keluarga Hayati Sudah Dapat Firasat Sebelum Kecelakaan AirAsia
BeritaPrima, Sidoarjo - Keluarga Hayati Lutfiah, salah satu korban AirAsia QZ 8501 yang berhasil teridentifikasi DVI Polda Jawa Timur, langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo.
Dengan menggunakan kendaraan ambulance dari Polda Jawa Timur, jenazah Hayati, satu di antara 155 penumpang korban pesawat AirAsia yang jatuh di kawasan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, diserahkan ke pihak keluarga korban.
Jenazah diserahkan ke pihak keluarga, setelah melalui proses identifikasi yang dilakukan DVI Polda Jawa Timur selama 1 x 24 jam di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya.
Hayati terbang ke Singapura bersama dengan sang suami Joko Suseno; anaknya Naura Kanita; dan ibu mertua Sumami untuk menikmati liburan akhir tahun.
Sayangnya, sebelum bisa menikmati liburan akhir tahun, malang justru menjemput seluruh keluarganya. Pesawat yang ditumpanginya hilang dan diketahui jatuh di kawasan Pangkalan Bun.
Menurut Agung, adik ipar Hayati mengaku, jika salah satu kakaknya bermimpi jika almarhum bapaknya datang dan minta tidur dengan sang ibu yang ikut sebagai penumpang AirAsia tujuan Surabaya-Singapura itu.
“Waktu itu kakak bermimpi kalau almarhum bapak ingin tidur bersama ibu,” jelas Agung, Kamis (1/1/2015).
Sementara, semasa hidup Hayati dikenal sebagai sosok seorang ibu rumah tangga yang terbuka dan muydah bergaul.
“Dia orangnya mudah bergaul dengan siapapun tanpa membeda-bedakan,” jelas adik korban, Diah.
Oleh pihak keluarga, korban akhirnya langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo. Menurut rencana, korban akan dimakamkan dengan suami dan anaknya dalam satu liang.
Namun, karena suami dan anaknya belum ditemukan, akhirnya korban dimakamkan dahulu di desa tempat tinggal mertuanya. (dik)






