Pengurus Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Jabar Achmad Firmansam Bastaman, dalam artikelnya ‘Optimasi Pemakaman Muslimin sebagai RTH Potensial di Perkotaan’ menuliskan keterbatasan lahan serta tingginya harga lahan di perkotaan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari. Ketersediaan lahan kosong di perkotaan saat ini, termasuk untuk pemakaman, dapat dikategorikan sebagai barang langka yang sulit di peroleh sekalipun dengan dana yang besar.
Keterbatasan lahan makam kadang memaksa tanah pemakaman digunakan lebih besar dari kapasitasnya. Dia cukup prihatin dengan pemakaman yang melebihi kapasitas maksimalnya. Sebab hal ini menyebabkan tidak tersedianya sirkulasi pejalan kaki yang memadai.
Kurangnya pohon pelindung menyebabkan pemakaman tidak dapat memberikan kenyamanan pada pengunjungnya. Padahal tidak jarang pengunjung harus berjalan sangat jauh untuk mencapai kuburan kerabatnya. Tak jarang, pengunjung juga terpaksa harus menginjak makam satu dengan lainnya, di tengah teriknya sinar matahari. Belum lagi bagi mereka yang tak berpunya, biaya termasuk penyediaan lahan pemakaman menjadi masalah tersendiri. Dana yang mencapai jutaan rupiah harus disediakan untuk dapat memakamkan sanak saudaranya dengan layak. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta