Rekening Amblas Rp 350 Juta, Nasabah Bank Nagari Lapor Polisi

Bank Nagari

Kantor cabang Bank Nagari

BeritaPrima, Jakarta - Seorang nasabah Bank Nagari cabang Bukit Tinggi (PT BPD Sumatera Barat) melapor ke Kepolisian Resor Bukittinggi setelah uang tabungan senilai Rp 350 juta raib di rekeningnya.

Nasabah bernama Edison, 53 tahun, itu mengetahui uang di tabungannya hilang pada 13 April 2015. “Saya terkejut setelah menarik uang di salah satu ATM di Padang sebesar Rp 2 juta, Senin kemarin. Di dalam struk penarikan itu saldo rekening berkurang drastis,” ujar Edison, Rabu, (15/4/2015).

Edison mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bank Nagari cabang Bukit Tinggi. Menurut keterangan pihak Bank Nagari, kata Edison, ada seseorang yang mengaku bernama Edison melakukan penarikan uang dengan buku tabungan di Kantor Bank Nagari cabang Solok pada Jumat, 10 April lalu. Pihak bank juga menyertai bukti penarikan tersebut.

Penarikan itu dilakukan dua kali. Awalnya ditarik sebesar Rp 50 juta pada pukul 09.00 WIB. Beberapa menit kemudian, ditarik lagi Rp 300 juta. “Yang Rp 300 juta ini setelah ditariknya, dimasukkannya lagi ke rekening Bank Nagari atas nama Reski Santoso,” ujar Edison.

Menurut Edison, pelaku menggunakan buku tabungan dan kartu tanda penduduk palsu. “Karena buku tabungan dan ATM ada sama saya. Tak pernah tercecer,” ujarnya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tanda tangan di KTP asli yang dimiliki Edison berbeda dengan KTP yang digunakan pelaku.

“KTP-nya palsu. Wajah di dalam KTP itu bukan wajah saya. Tapi dia masih bisa ambil uang. Aneh sistem bank ini,” ujarnya. Edison mengaku telah melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Ia berharap kasus ini bisa segera diselidiki.

Sekretaris Perusahaan Bank Nagari Azmi membenarkan memang ada kejadian tersebut. Ada penarikan uang di kantor cabang Solok sebesar Rp 350 juta. Namun saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari Bank Nagari cabang Bukit Tinggi. “Kami masih menunggu laporan resmi. Sebelum dibawa ke kepolisian akan kami pelajari dulu,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Bukittinggi AKBP Amirjan membenarkan adanya laporan pembobolan bank di Solok yang korbannya merupakan nasabah di Bukittinggi. “Kami akan telusuri kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 11 times, 1 visits today)
Kategori: Kriminal

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*