Tim 9 Laporkan Teror Penyidik ke KPK, Wakapolri: Pelakunya Bukan Anggota Kita

Tim Sembilan akan melaporkan teror yan dialami penyidik dan staf KPK ke Presiden Jokowi. (Foto: BeritaPrima/tempo)

BeritaPrima, Jakarta - Tim 9 yang nyambangi kantor KPK, Rabu (11/2/2015), mendapat informasi lengkap soal ancaman dan teror yang dihadapi staf dan penyidik KPK. Karena itu, tim independen pimpinan Syafii Maarif ini bakal melaporkannya ke Presiden Jokowi.

“Ya tentu akan kita sampaikan kepada presiden sebagaimana mestinya,” kata anggota tim 9, Jimly Asshiddiqie di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015).

Setelah dari KPK, Tim 9 langsung menuju kantor Komisi Yudisial untuk membahas soal proses persidangan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan. Setelah itu, baru tim 9 akan menemui presiden untuk memberitahu soal ancaman serius yang ditujukan kepada para penyidik dan pegawai KPK.

“Oh ya, sekarang ini diundang oleh KY. Kita akan adakan pertemuan dengan KY dulu‎,” jelas Jimly.

Mantan Ketua MK itu mengingatkan, aksi ancaman terhadap penyidik adalah melanggar hukum. Aksi ancaman itu juga bisa dikategorikan obstruction of justice.

“‎Dengan ancaman ini, saya rasa semua pihak harus mawas diri dan kita harapkan nanti presiden akan mengambil langkah yang berarti,” tegas Jimly.

Berbagai ancaman memang diterima para penyidik dan pegawai KPK seminggu belakangan ini. Ancaman-ancaman itu berupa SMS, telepon, bahkan sampai ada yang dibuntuti.

Siapakah pelaku teror? Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa pelakunya tak jauh dari anggota kepolisian atau para pendukung Komjen Budi Gunawan (BG). Spekulasi ini masuk akal mengingat belakangan ini para pendukung BG secara massif melaporkan para pimpinan dan mantan pimpinan KPK. Kasus yang dilaporkannya pun terkesan diada-adakan.

Menanggapi hal ini, Wakapolri Badrodin Haiti mengaku sudah mendengarnya. Tetapi dia membantah bahwa pelakunya dari Polri. “Saya sudah cek ke Kabareskim kemarin, ternyata bukan dari anggota kita,” ujar Badrodin di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Badrodin mengaku tidak tahu teror itu berasal dari pihak mana. Menurutnya ada pihak lain yang ingin mengadu domba antara KPK dan Polri.

“Tapi apakah dia yang melakukan apakah dari kami atau yang lain, makanya saya katakan yang seperti ini sering dimanfaatkan oleh orang membuat kedua belah pihak tidak hanya ancaman itu tidak hanya ke KPK tapi ke kita juga ada yang seperti itu, itu yang harus diwapadai,” kata Jenderal bintang tiga ini.

“Kami juga tidak bisa menyatakan itu dari sana ini dari sini, paling kita abaikan, paling itu orang yang sengaja ingin mengadu domba,” lanjutnya.

Kini, bola ada di tangan Presiden Jokowi. Apakah akan mengambil langkah untuk menyelesaikan semua ketegangan ini, sehingga secara otomatis ancaman terhadap penyidik akan mereda. Atau presiden malah memilih langkah untuk tetap membiarkan ketegangan terjadi.

(Febrizky Akbar)

(Visited 47 times, 1 visits today)
Kategori: Korupsi

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*