SyariahCenter.com - Pernyataan-pernyataan kontroversial unggulan calon presiden Partai Republik Donald Trump dan insiden penembakan klub malam di Orlando, Florida kembali menyorot keberadaan warga Muslim-Amerika. Mereka yang anti-Muslim mengatakan Amerika sedang memerangi warga Muslim di dalam dan luar negeri.
Banyak pihak – termasuk media – menyalahgunakan terminologi “Islam radikal” atau “teroris Islam” yang akhirnya menimbulkan stigma tertentu terhadap warga Muslim-Amerika. Walhasil tidak sedikit warga Muslim yang merasa mendapat perlakuan berbeda atau bahkan menjadi korban retorika yang tidak bertanggungjawab itu.
Di sisi lain, Presiden Obama dengan tegas mengatakan bahwa kelompok-kelompok radikal telah menyelewengkan Islam demi untuk menjustifikasi tindakan teror.
Banyak tokoh yang bersuara lantang mengatakan bahwa banyak warga Muslim-Amerika, khususnya anak-anak muda yang bermigrasi ke Amerika ketika masih kanak-kanak atau bahkan dilahirkan di Amerika, justru berjuang dan menghasilkan yang terbaik untuk Amerika.
Dalam diskusi yang dilangsungkan VOA di Newseum – Washington DC Selasa pagi (28/6), Direktur Eksekutif Somali-American Youth Foundation Mohamed Hussein dengan jujur mengakui sulitnya berdamai dengan dirinya sendiri dan juga lingkungan sekitar dengan stigma yang melekat pada warga Muslim-Amerika.
BeritaPrima.com Bicara Fakta